Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PLN Murtaqi Syamsuddin mengatakan, berdasarkan data-data yang dikumpulkan dan sudah dicek ke Bank Dunia, ternyata tarif listrik industri PLN adalah yang termurah.
"Saya mendengar pernyataan salah seorang pengusaha yang mengatakan bahwa harga listrik PLN untuk pelanggan Industri adalah yang termahal di Asia," ujar Murtaqi kepada detikFinance, Kamis (20/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasilnya, ternyata justru tarif PLN adalah yang termurah. Bisa dilihat dari datanya, dan harga PLN itu adalah harga tanpa capping,"ungkap Murtaqi.
Berikut perbandingan tarif listrik industri Indonesia dibandingkan negara Asia lain dan juga swasta seperti disampaikan PLN:
- Indonesia: 8,24 Sen$/KWH
- Malaysia: 11,84 Sen$/KWH
- Korea: 9.98 Sen$/KWH
- Thailand: 8,57 Sen$/KWH
- Filipina: 17,35 Sen$/KWH
- Vietnam: 9,69 Sen$/KWH
- Cikarang Listrindo (CL): 9,59 Sen$/KWH.
Seperti diketahui, masalah listrik industri ini telah memicu 'perseteruan' antara pemerintah, PLN dan pengusaha. Pada Juli 2010 lalu pelaku industri dan bisnis mendapat kebijakan kenaikan TDL dengan pola capping maksimal 18%.
Kemudian pada periode 1 Oktober 2010 pelanggan listrik bisnis seperti mal, hotel, perkantoran telah lebih dahulu dicabut batas kenaikan capping 18% sementara untuk pelanggan industri tetap memakai pola capping.
Namun per Januari 2011, tidak ada lagi capping sehingga terjadi kenaikan TDL industri di atas 18% atau tepatnya sekitar 20-30%. DPR dan menteri ESDM Darwin Saleh menyalahkan PLN karena mencabut capping tanpa izin sehingga menimbulkan kontroversi.
(qom/qom)











































