"BI Rate 6,5% mudah-mudahan tetap bertahan," kata Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Djongkie Sugiarto di MidPlaza, Jakarta, Selasa (25/1/2011).
Djongkie mengatakan, selama ini gairah pasar otomotif selain ditentukan oleh makro ekonomi yang baik, juga dipengaruhi oleh tingkat bunga kredit. Hal ini karena pembeli kendaraan roda empat lebih dominan menggunakan skema kredit kendaraan bermotor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2011 ini, ia menyambut baik adanya kebijakan pemerintah menghapus bea masuk beberapa komponen CKD maupun CBU. Namun di sisi lain, diimbangi juga adanya kenaikan bea balik nama (BBN) di sejumlah daerah sejak 2011.
Ia berharap, jika masalah-masalah tersebut bisa ditekan, maka ia optimis penjualan mobil pada tahun 2011 bisa tembus 800-85 ribu unit. Jumlah itu melampaui realisasi penjualan mobil tahun 2010 yang sudah mencapai angka fantastis yaitu 764.710 unit.
Sementara itu, Vivek Vaidya dari Frost Sullivan (sebuah lembaga riset internasional) mengatakan, ia melihat ada 3 skenario terhadap kondisi pasar industri otomotif di Indonesia. Skenario itu mencakup skenario optimis, pesimis dan skenario yang paling mungkin menurut versi Sullivan.
Pertama, skenario pesimis penjualan mobil tahun 2011 akan anjlok 7,3% dengan mencatatkan penjualan hanya 709.124 unit mobil. Ini bisa terjadi jika faktor makro pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2011 hanya mencapai 4,5%, adanya penerapan kebijakan pajak bagi sektor yang berkaitan dengan otomotif.
Selain itu, jika ada kenaikan bahan baku produk otomotif seperti alumunium,besi dan baja hingga sampai 15% di tahun 2011. Kebijakan pembatasan BBM, dan terjadinya inflasi hingga 6-7%.
Kedua, skenario optimis penjualan mobil 2011 akan menembus 849.077 unit atau tumbuh 11%. Capaian ini bisa terjadi jika pertumbuhan ekonomi mencapai 6,5%, adanya penerapan kebijakan pajak, kenaikan bahan baku hanya 10%, ditundanya pembatasan BBM, inflasi hanya 4% dan BI rate direntang 5-6%.
Ketiga, skenario yang paling mungkin menurut Sullivan adalah penjualan mobil akan naik 4,3% atau tembus diangka 797.258 unit. Ini bisa terjadi jika pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,5%, kenaikan bahan baku hanya 10-15%, kebijakan BBM ditunda sampai pertengahan atau akhir tahun 2011 dan inflasi hanya 4-6%.
(hen/ang)











































