India Investasi US$ 850 Juta Untuk Industri Titanium RI

India Investasi US$ 850 Juta Untuk Industri Titanium RI

- detikFinance
Selasa, 25 Jan 2011 15:02 WIB
India Investasi US$ 850 Juta Untuk Industri Titanium RI
Jakarta - Trimex Sands, salah satu bagian dari konglomerat internasional di industri mineral berat, Trimex Group asal India, akan membangun komplek titanium terpadu dengan memanfaatkan sumber daya mineral berat di Indonesia. Nota kesepahaman sudah ditandatangani oleh pemerintah Indonesia di New Delhi, India.

Lokasi proyek yang bernilai US$ 800-850 juta itu akan disesuaikan dengan tempat sumber daya titanium di Indonesia dan memungkinkan pemerintah untuk memajukan sejumlah daerah yang belum berkembang. Proyek ini akan dilakukan dalam tiga tahap dan memakan waktu hingga 10 tahun.

Proyek tersebut akan mencakup kegiatan penambangan dan pemisahan mineral, ilmenite dengan nilai tambah pada terak titanium, pigmen titanium dioksida, produksi ti metal, dan produksi sejumlah mineral terkait lainnya dari lokasi sumber daya. Mineral-mineral ini akan digunakan terutama untuk dijual secara komersil dan konsumsi dalam negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"MoU dengan Trimex Sands merupakan hasil timbal balik untuk mengembangkan dan melaksanakan pemanfaatan sumber daya alam di kawasan ini dan meningkatkan industrialisasi," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Selasa (25/1/2011).

Menurutnya, Indonesia memiliki sumber ilmenite yang besar, sekitar 40 juta ton. Namun, selama ini kita masih impor sekitar 46.000 ton pigmen titanium dioksida.

Dengan adanya usulan proyek ini maka akan menjamin pasokan secara teratur dibarengi harga yang ekonomis juga mengurangi ketergantungan impor.

Tahap pertama proyek ini akan dimulai Juli 2011 hingga Juli 2013 dengan nilai investasi sekitar US$ 150-200 juta. Pada tahap ini, pabrik akan mulai memproduksi pigmen titanium dioksida yang banyak digunakan berbagai industri, seperti cat, keramik, kertas dan plastik.

Hampir 1.000 lapangan kerja baru akan tersedia selama pengerjaan tahap pertama proyek ini. Sementara tahap kedua akan mencakup produksi terak titanium.

Tahap ketiga, Trimex akan berkonsentrasi pada produksi logam titanium dan peningkatan kemampuan produksi pabrik pigmen titanium dioksida. Dua tahap terakhir membutuhkan dana sekitar US$ 600-650 juta.

"Perekonomian Indonesia sedang menggembirakan dan diharapkan terus tumbuh 6-6,5% per tahun. Pabrik titanium terpadu ini akan membantu Indonesia memenuhi permintaan pasar dalam negeri dan membuka lapangan kerja baru," kata Chairman Trimex Group Prasad Koneru.

Proyek ini diperkirakan dapat menghasilkan lapangan kerja langsung kepada hampir 2.000 orang dan tak langsung kepada sekitar 4.500 orang. (ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads