Akademisi Pertanyakan Kebijakan Penghapusan Bea Masuk Pangan

Akademisi Pertanyakan Kebijakan Penghapusan Bea Masuk Pangan

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 31 Jan 2011 12:28 WIB
Akademisi Pertanyakan Kebijakan Penghapusan Bea Masuk Pangan
Jakarta - Penghapusan bea masuk terhadap produk pangan dinilai oleh kalangan akademisi akan semakin menempatkan Indonesia sebagai negara net importir pangan. Kebijakan ini hanya berdampak sesaat terhadap upaya menekan inflasi di 2011.

Hal ini disampaikan oleh Dekan FE UI Firmanzah di acara RDP Panja Daya Saing di Komisi VI DPR-RI, Senin (31/1/2011).

"Ironisnya sekarang ini prioritas kita adalah ekspor, namun disisi lain bersamaan kita menghapus bea masuk," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun Firmanzah mengakui negara-negara lain seperti Turki, Pakistan, Malaysia, Singapura juga masih menempati negara net importir pangan. Namun kata dia yang dilakukan oleh Indonesia berseberangan dengan upaya meningkatkan ekspor untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

"Memang dalam jangka pendek, kebijakan dapat menekan inflasi," katanya.

Dikatakannya saat ini kontribusi sektor pertanian terhadap GDP masih rendah karena produksinya yang masih rendah dari kebutuhan. Sementara negara-negara lain seperti India sudah melakuka revolusi pertanian jauh-jauh hari dengan meningkatkan mekanisasi alat pertanian.

"Kami di kampus gelisah dengan kondisi sekarang ini, kita gelisah karena kita punya data," katanya.

(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads