International Pepper Community (IPC) memproyeksikan produksi lada 6 negara anggotanya pada tahun 2011 hanya mencapai 262.802 metrik ton padahal tahun 2010 lalu produknya masih mencapai 271.230 metrik ton. Total ekspor pun diperkirakan hanya akan mencapai 214.410 mentrik ton dengan stok 83.281 metrik ton, ekspor tahun 2010 mencapai 225.650 metrik ton.
"Hampir semua negara ekspornya mengalami penurunan, karena produksi menurun," kata Ketua IPC Gusmardi Bustami di Jakarta, Jumat (4/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekspor pun kurang lebih mengalami hal sama, tahun ini diproyeksikan hanya 28.300 mentrik ton atau dibawah tahun sebelumnya sebanyak 51.300 metrik ton.
Pada tahun 2010, Indonesia mencatatkan ekspor lada ke sejumlah negara yaitu AS sebesar US$ 39 juta, Vietnam US$ 15,5 juta, Jerman US$ 3,4 juta, Singapura US$ 7,6 juta, India US$ 4,4 juta dan lain-lain.
"Walaupun Vietnam sebagai negara produsen tapi mereka impor, India juga memproduksi tapi impor, India konsumsi tinggi," katanya.
IPC merupakan organisasi antar pemerintah dibawah naungan PBB khususnya Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia dan Pasifik (UN-ESCAP). IPC beranggotakan enam negara penghasil lada dunia yaitu Brazil, India, Indonesia, Malaysia, Sri Lanka, dan Vietnam. Sedangkan produsen lada non IPC antaralain China, Thailand, Madagaskar, Kamboja, Ekuador.
Pada tahun 2010, Vietnam menduduki negara pertama penghasil produk lada terbesar yaitu dengan produksi 105.000 metrik ton, disusul Indonesia 56.000 metrik ton, India 50.000 ton, Brazil 34.000 metrtik ton, China 24.800 metrik ton dan lain-lain.
(ang/ang)











































