"Wilmar sudah mengirim surat resmi ke saya, investasi US$ 900 juta selama 2 tahun ke depan untuk 6 pabrik turunan CPO (crude palm oil)," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (7/2/2011).
Hidayat menjelaskan produk turunan sawit yang akan dikembangkan Wilmar antara lain produk sawit dan produk akhir sawit. Rencana investasi ini diharapkan bisa terealisasi di kuartal I-2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia hanya menunggu persetujuan tempat," katanya.
Dikatakan Hidayat, Wilmar berencana akan membantu pembangunan infrastruktur di lokasi pabriknya seperti pelabuhan, saluran pipa gas, jalan raya. Semuanya akan disepakati dengan pola kerjasasama bersama pemerintah.
"Sudah mulai terbentuk kerjasamanya,"
Wilmar sebelumnya dikabarkan melakukan pembangunan kompleks industri berbasis kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) senilai US$ 500 juta milik Wilmar Indonesia di Gresik Jawa Timur.
Proyek tersebut akan berjalan dalam dua tahap, untuk tahap pertama, Wilmar telah menyelesaikan pabrik minyak goreng, pengemasan, biodiesel, pembangkit listrik, serta sarana pendukung seperti air bersih dan hydmgeri plant.
Sedangkan untuk tahap kedua, pabrik pengolahan bahan baku sabun, NPK, dan oleokimia berbasis fatty alcohol.
(hen/dnl)











































