Seperti diketahui, pemerintah menetapkan harga acuan batubara di Februari 2011 mencapai US$ 127,05/ton, naik US$ 14,65/ton dibandingkan Januari 2011 yang sebesar US$ 112,4/ton.
Hasil kajian Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM menyatakan, tahu ini kebutuhan impor batubara China mencapai 180 juta ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total konsumsi batubara China di 2009 menurut Ditjen Mineral dan Batubara mencapai 3,4 miliar ton dengan laju pertumbuhan sepanjang 2005-2009 mencapai 5-15% per tahun.
Demikian juga dengan India, kebutuhan batubara India mencapai 696 juta ton spanjang tahun fiskal saat ini hingga Maret 2012, sedangkan pasokan domestik hanya sekitar 554 juta ton. Dengan kata lain terdapat kekurangan pasokan sekitar 142 juta ton.
India memproduksi batubara sekitar 526,16 juta ton di 2009/2010, naik 6,78% dari 492,76 juta ton pada tahun sebelumnya. Sedangkan impor batubara India diperkirakan meningkat dari 59 juta ton di 2008/2009 menjadi 73,25 juta ton di 2009/2010.
Untuk memenuhi kebutuhan domestik, India akan terus meningkatkan impor batubara khususnya thermal coal guna kepentingan pembangkitan listrik.
Walau India memiliki sumberdaya batubara sekitar 267 miliar ton, namun kebanyakan sumber daya tersebut berada pada hutan lindung dan lokasi-lokasi lain yang infrastruktur transportasinya minim.
Saat ini di India terdapat kekhawatiran pasokan domestik mengalami penurunan akibat pembatasan izin pertambangan oleh kementerian lingkungan setempat.
(dnl/qom)











































