Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (11/2/2011).
"Dari Sinarmas itu US$ 500 juta, sementara Wilmar US$ 900 juta," kata Hidayat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia akan datang ke saya, Sinarmas sekarang sedang membangun dua pabrik, salah satunya pabrik di Marunda yang diresmikan April," katanya.
Selama ini kata dia, produk hilir CPO mencakup 60 jenis produk turunan. Mulai tahun ini, pihaknya terus mendorong hilirisasi agro, termasuk rencana investasi hilir CPO oleh Wilmar International.
Sebelumnya, Sinarmas Group menambah kapasitas pabrik minyak gorengnya dengan akan mengoperasikan dua pabrik baru di Jakarta dan Kalimantan.
Pabrik minyak goreng di Marunda Jakarta berkapasitas produksi 800 ton per hari. Selain itu, 1.000 ton per hari di Kalimantan Selatan Tarjun.
(hen/qom)











































