Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan pihaknya pada awalnya menargetkan ekspor TPT hanya US$ 12,5 miliar di 2011, namun dengan kondisi bahan baku kapas yang naik sampai 150%, maka nilai ekspor akan mencapai lebih besar.
"Tahun ini targetnya kalau harga bahan baku normal, ekspor sebesar US$ 12,5 miliar, tapi dengan bahan naik bisa sampai US$ 15 karena value," kata Ade di kawasan Cibaduyut, Bandung, Sabtu (12/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga kapas sudah naik lebih 150%, harga kapas dari US$ 1,5 per kg jadi US$ 4,2 per kg," katanya.
Ia menambahkan meski penjualan ekspor naik namun berimbas pada kenaikan modal kerja para pengusaha TPT. Ia mengilustrasikan jika harga bahan baku sebelum naik, untuk mendapatkan bahan baku 100 ton memerlukan Rp 100 miliar, saat ini dengan harga bahan baku naik bisa mencapai Rp 200 miliar.
"Kecuali ada suntikan modal, rata-rata pengusaha kesulitan mendapatkan modal kerja, seperti dari bank," katanya.
Menurutnya margin bidang industri TPT paling terkecil dibandingkan dengan industri manufaktur lainnya yang hanya 2%. Ade juga mengatakan dengan kondisi kurangnya belanja modal maka para karyawan di perusahaan TPT harus bekerja bergantian dengan sistem shift.
(hen/dnl)











































