Kepala Biro Riset Ekonomi Bank Indonesia (BI) Iskandar Simorangkir mengatakan rendahnya tingkat berinovasi itu berdampak pada kemampuan penciptaan nilai tambah yang rendah. Hal ini akhirnya akan berdampak pada kemampuan daya saing.
"Dari 29.469 ada 23.036 yang skornya kurang dari 0,5, masuk katagori berinovasi rendah, atau secara persentase 78%," kata Iskandar di Aula Direktorat Metrologi Kemendag, Bandung, Sabtu (12/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Infrastruktur menjadi fokus, kenapa tak mengherankan tak ada inovasi yang cukup dalam mendukung produktivitas," ujarnya.
Sehingga kata dia, untuk berdaya saing adalah kuncinya adalah inovasi yang berujung pada kemampuan peningkatan produktivitas.
(hen/dnl)











































