Nota kesepahaman (MOU) untuk proyek tersebut telah ditandatangani pada Januari 2011. Terminal LPG ini akan dibangun di lokasi pabrik CAP di Cilegon, Banten, dengan nilai investasi sebesar US$ 150 juta, yang akan ditanggung oleh CAP dan Vopak.
Presiden Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Erwin Ciputra mengatakan, saat ini CAP tengah mempelajari lebih lanjut kajian teknis, kelayakan lingkungan, lokasi dan perizinan yang diperlukan untuk membangun terminal LPG tersebut. Pembangunan fisik terminal LPG tersebut akan dimulai pada akhir 2011, dan direncanakan sudah dapat beroperasi pada 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CAP menilai proyek tersebut sangat strategis bagi operasional pabrik olefins CAP, karena akan mendukung upaya perseroan dalam usaha diversifikasi bahan baku. Pabrik olefins CAP saat ini membutuhkan bahan baku berupa naphtha dengan total kebutuhan 1,7 juta ton per tahun.Dengan beroperasinya terminal ini, diharapkan pabrik CAP dapat menggunakan LPG sebagai bahan baku alternatif sebesar 10% hingga 15 % dari total kebutuhan. Sehingga operasional pabrik dapat lebih fleksibel dengan tidak tergantung pada pasokan naphtha saja.
Erwin menambahkan, selain sebagai bahan baku alternatif pengganti naphta, pasokan LPG dari terminal ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk aktifitas produksi dan operasional pabrik CAP. Terminal LPG ini juga dapat digunakan untuk melayani distribusi LPG bagi keperluan industri dan sektor usaha lainnya. Dengan demikian distribusi pasokan LPG, terutama untuk daerah Banten dan sekitarnya diharapkan akan lebih lancar dan tercukupi.
Untuk proyek ini, bentuk partisipasi CAP berupa penyediaan lahan, fasilitas jetty/pelabuhan, utilitas dan infrastruktur lain yang dimiliki CAP. Dari tiga pelabuhan yang saat ini dimiliki CAP, salah satunya akan dijadikan sebagai terminal LPG tersebut.
Sementara, pembangunan tempat penimbunan LPG sementara dan infrastruktur yang terkait langsung dengan kilang, akan dilakukan Vopak. Selanjutnya operasional terminal tersebut akan dikelola perusahaan patungan antara CAP dan Vopak yang entitas bisnisnya saat ini dalam proses pembentukan dan akan selesai dalam waktu dekat.
Bagi CAP, pembangunan terminal LPG tersebut merupakan bagian dari rencana strategis perseroan dalam melakukan ekspansi usaha serta meningkatkan kapasitas produksi. Saat ini perseroan tengah melakukan program debottlenecking produksi polypropylene dengan menambah mesin baru untuk meningkatkan kapasitas produksi dari 360 ribu ton menjadi 480 ribu ton per tahun. Perseroan mengganggarkan biaya investasi sebesar Rp 300 miliar dan direncanakan dapat beroperasi pada April 2011.
Selain itu, CAP juga berencana meningkatkan kapasitas produksi ethylene dari 600 ribu ton menjadi 1 juta ton per tahun dan polyethylene dari 320 ribu ton menjadi 540 ribu ton dalam kurun waktu 3 sampai 5 tahun mendatang. Untuk menyambung mata rantai produksi petrokimia dari hulu ke hilir, pada Juni 2011 perseroan akan membangun pabrik butadiene pertama di Indonesia yang diharapkan selesai pada pertengahan 2013.
"Pembangunan terminal LPG ini merupakan salah satu upaya kami dalam mendukung ekspansi usaha CAP, sebagai perusahaan petrokimia terintegrasi," imbuh Erwin.
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. adalah perusahaan petrokimia terintegrasi yang resmi beroperasi pada 1 Januari 2011. Perusahaan ini merupakan hasil merger vertikal antara dua perusahaan petrokimia terafiliasi yang merupakan anak usaha dari PT Barito Pacific Tbk., yakni PT Chandra Asri dan PT Tri Polyta Indonesia Tbk.
Struktur kepemilikan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, sebesar 66,36% sahamnya dimiliki PT Barito Pacific Tbk. Apleton Investment Ltd menguasai 22,87% saham, dan Marigold Resources Pte. Ltd memiliki 5,52% saham. Sebesar 5,25% sahamnya dikuasai publik.
(qom/dnl)











































