Dahlan: Usaha Tak Kompetitif, Jangan Salahkan Tarif Listrik Mahal

Dahlan: Usaha Tak Kompetitif, Jangan Salahkan Tarif Listrik Mahal

- detikFinance
Rabu, 16 Feb 2011 16:45 WIB
Jakarta - PT PLN (Persero) 'gerah' sering dijadikan biang kerok dari tidak kompetitifnya industri saat ini. Tidak masuk akal jika tarif listrik jadi alasan daya saing usaha menurun.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PLN Dahlan Iskan dalam rapat dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/2/2011).

"Perusahaan menjadi tidak kompetitif bukan karena tarif listrik industri dicabut, pasti bisa disebabkan karena hal-hal lain seperti kurangnya manajemen dan kurang rasa bekerja keras," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dahlan mengatakan suatu perusahaan menjadi tidak kompetitif karena bisa saja perusahaan tersebut baru berdiri atau sudah tidak dapat berdaya saing lagi.

"Industri sudah senja, jadi mau diberikan listrik gratis pun tidak akan bisa berkompetisi lagi," ujar Dahlan.

Jadi, lanjut Dahlan, tidak ada alasan pengusaha mengeluh soal pencabutan capping (batas) listrik industri sebagai penyebab semakin rendahnya daya saing.

Dahlan juga menyampaikan, PLN telah menawarkan alternatif bagi perusahaan yang belum siap akan pencabutan capping yang sudah diberlakukan di awal 2011.

"Perusahaan dapat mencicil pembayaran listrik jika perusahaan tersebut merasa pembayaran listriknya besar dan belum siap," katanya.

"Bisa juga diberikan insentif tarif listrik pada malam hari karena seperti yang kita tahu kalau malam beban listrik rendah. Kemudian, untuk UKM, pihak PLN setuju untuk ditunda pencabutan capping-nya," lanjut Dahlan.

Seperti diketahui, sejak Januari 2011 lalu, PLN mencabutan pembatasan tarif listrik sebesar 18% yang lazim disebut dengan capping bagi dunia industri. Akibatnya adanya pencabutan capping listrik tersebut beberapa kalangan industri yang tergabung dalam asosiasi menolak pencabutan itu.

Pencabutan batas tarif listrik tersebut dirasa memberatkan pihak industri karena akan adanya kenaikan biaya produksi disamping masih adanya beberapa beban lain yang harus diatasi.

Sejauh ini, pihak PLN sudah mencoba memberikan alternatif bagi industri untuk membayar tarif listrik penuh (setelah capping dicabut) dengan cara mencicil sebagian tarif listriknya yang ditanggung oleh tiap-tiap industri.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads