Division Manager Research Colliers International Ferry Salanto mengatakan sektor otomotif dan industri terkait otomotif mengambil porsi cukup besar dari serapan kawasan industri di 2010. Totalnya mencapai 122 hektar, yang sudah tercermin dari meningkatnya penjualan motor dan mobil di 2010.
"Tahun 2010 memang paling tinggi dari sisi penjualan lahan sebanyak 543 hektare, masih didominasi sektor otomotif (22%)," kata Ferry dalam acara konferensi pers di Jakarta, Rabu (16/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penopang kawasan industri di 2010 antara lain dari kawasan Kota Delta Mas 22%, Suryacipta 13%,Β KIIC 14%, Bekasi Fajar 12%, Krakatau Industrial Estate Cilegon 7 %, Kota Bukit Indah 3%, Moderen Cikande 4%, Delta Silicon 10%, Jababeka 7%, KBN 1%, Sentul Industrial 1%, dan MM2100 industrial Town 1%.
"Tahun 2010 industri lebih banyak ekspansi. Pertumbuhan ekonomi yang baik memicu industri melakukan ekspansi, tren masih akan berlanjut," katanya.
Di 2011 ini masih optimistis perkembangan permintaan lahan di kawasan industri masih menjanjikan bahkan bakal menyamai di 2010.
"Ada beberapa industri di beberapa tempat ancang-ancang ambil lahan cukup besar, tren take up masih berlanjut di 2011," katanya.
Ia juga menambahkan dari sisi volume akan terus naik apalagi pada awal tahun ini sudah terdapat banyak transaksi, padahal transaksi biasanya terjadi di akhir tahun.
Optimisme pertumbuhan kawasan industri di 2011 juga dipicu salah satunya tren relokasi pabrik-pabrik dari China ke Indonesia karena melihat Indonesia memiliki lahan yang kompetitif dan prospek yang bagus.
Sementara dari sisi harga, ia memastikan lahan di beberapa kawasan-kawasan industri akan naik harganya di 2011. Ini menyusul beberapa lokasi kawasan industri di 2010 yang menunda kenaikan harga lahannya.
"Harga akan masih naik, ada kawasan industri yang belum naikkan, memang sudah ancang-ancang akan naik," katanya.
Berikut ini gambaran harga per meter persegi, lahan kawasan industri di beberapa lokasi seperti Bogor, Tangerang, Karawang, Bekasi, dan Serang, .
Misalnya kawasan Bogor harga termurah US$ 50, tertinggi Rp 1.250.000 dengan rata-rata harga Rp 1.012.949. Kawasan Tangerang harga termurah US$ 60, tertinggi Rp 1.265.000 dengan rata-rata Rp 689.231.
Karawang termurah US$ 40, tertinggi US$ 75 dengan rata-rata Rp 503.486. Bekasi termurah Rp 600.000, tertinggi US$ 115, rata rata Rp 819.971 dan Serang termurah Rp 400.000, tertinggi Rp 850.000 dengan rata-rata Rp 763.196.
(hen/dnl)











































