Hal ini dikemukakan oleh Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Makanan Bayi (APMB) Ira Susalit saat dihubungi detikFinance, Sabtu (19/2/2011).
"Tidak ada masalah dalam hal penjualan, karena bayi-bayi itu kan memang butuh susu formula. Terus gimana dengan bayi prematur? Kan mereka butuh susu formula," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita memikirkan keselamatan bayi Indonesia kok, cuma orang saja yang tidak mengerti," ujarnya.
Ira juga mengatakan gonjang-ganjing berita bakteri tersebut hanya terjadi di Indonesia saja. Bahkan Mesir yang telah didera konflik tidak mempermasalahkan hal tersebut.
"Malaysia saja sebagai produsen susunya enggak heboh kok, tapi di sini saja yang begitu. Di Mesir yang lagi konflik gitu juga, enggak ada masalah," tuturnya.
Ditambahkannya pula, pemerintah diharapkan bisa memberikan edukasi mengenai susu formula ke seluruh lapisan masyarakat.
"Nah, tugas pemerintah adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara pakainya, melalui seluruh jajaran lembaga yang terkait," tandasnya.
Seperti diketahui bahwa bakteri (EZ) ini dapat menyebabkan radang selaput otak dan radang usus pada bayi. Kelompok bayi yang memiliki resiko tertinggi terinfeksi E. sakazakii yaitu neonatus (baru lahir hingga umur 28 hari), bayi dengan gangguan sistem tubuh, bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), bayi prematur, dan bayi yang lahir dari ibu yang mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV).
(ang/ang)











































