Astra Tetap Khawatir Pembatasan Premium

Astra Tetap Khawatir Pembatasan Premium

- detikFinance
Senin, 21 Feb 2011 13:02 WIB
Jakarta - Presiden Direktur PT Astra International Tbk (ASII) Prijono Sugiarto mengkhawatirkan penerapan pajak progresif serta pencabutan BBM subsidi pada bulan Maret 2011. Kebijakan itu membuat ketidakpastian dan bisa mengurangi pertumbuhan penjualan mobil.

"Banyak hal yang uncertain, BBM (pencabutan subsidi), sama pajak (progresif). Bisa naik 5-10% jadi 800 ribu unit. Tapi bisa juga flat," jelasnya dalamΒ  perayaan ulang tahun Astra, di kantornya, Sunter, Jakarta, Senin (21/2/2011).

Sementara itu Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman MR tetap menyatakanΒ  optimisme pertumbuhan penjualan otomotif, meski tidak sebaik tahun 2011. Berdasarkan perhitungan Gaikindo, angka penjualan mobil di tahun 2011 bisa menjadi 800 ribu unit, atau naik tipis 5% dibandingkan periode sebelumnya 754 ribu unit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun lalu 754 ribu, tahun ini bisa 800 ribu," paparnya.

Memasuki tahun 2011, pertumbuhan penjualan mobil masih tetap ada. Ini ditunjukkan atas pencapaian penjualan di bulan Januari yang mencapai 70 ribu unit. Sedangkan Februari 2011, angkanya sedikit menurun, sekitar 65 ribu unit.

Penurunan terjadi karena hari kerja selama Februari sangat pendek. "Februari 65 ribu, karena hari kerja pendek. Januari 70 ribu. Kami tetap optimis," jelas Sudirman.

ASII Raih Net Quality Income Rp 4,09 Triliun

Astra International mencatat Net Quality Income Rp 4,09 triliun di tahun 2010, usai terpangkas biaya pengembangan dan implementasi proyek inovasi.

Menurut siaran pers ASII yang dipublikasikan hari ini, Senin (21/2/2011), Net Quality Income Rp 4,09 triliun perseroan meningkat fantastis, 154,4% dibandingkan periode yang sama sebelumnya, Rp 1,608 triliun.

NQI merupakan salah satu alat ukur finansial dalam kompetisis di InnovAstra. Hasil dari penambahan income setelah dikurangi biaya pengembangan dan implementasi proyek inovasi.

(wep/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads