masih jadi andalan perseroan, dengan porsi unit penjualan mencapai 60%.
"Ekspor mustinya tahun ini meningkat. Ekspor CBU (Completely Built Up) pada tahun lalu totalnya itu 80.000-100.000. Porsi Toyota dari situ 60-70%,”
jelas Direktur ASII Johnny Darmawan di kantornya, Sunter II, Jakarta, Senin (21/2/2011).
Ia menambahkan, negara tujuan ekspor atas kendaraan roda empat ASII tidak mengalami perubahan. Namun disisi lain, perseroan juga siap merambah pasar
Timur Tengah, Asia Pasifik, dan Amerika Latin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, perseroan pun meyakini tidak akan ada lagi kekurangan suplai atas kendaraan. Pasalnya perseroan siap menambah kapasitas produksinya di
tahun 2011 dengan berdirinya pabrik keempat Astra.
"Tahun ini sudah kita persiapkan. Tidak ada lagi short supply," papar Johnny.
Namun secara keseluruhan, realisasi penjualan kendaraan perseroan diprediksi akan stagnan. Ini terkait sejumlah regulasi yang mulai berlaku, seperti
penerapan pajak progresif, kenaikan pajak bea balik nama, dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).
"Penjualan tahun 2011 tergantung dari pajak. Tidak bisa menentukan target, karena pasarnya belum tahu kemana," ucapnya.
(wep/hen)










































