Hal ini terungkap dalam keterbukaan informasi di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutif detikFinance, Rabu (23/2/2011)
Dengan demikian Nestle Indonesia menyusul PT Astra International Tbk dan anak perusahaannya sebagai anchor tenant baru di Suryacipta City of Industry pada tahun 2011 ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan pabrik akan dilakukan dua tahap. Tahap pertama pembangunan fasilitas produksi Milo dan Cerelac yang ditargetkan selesai tahun 2012. Tahap kedua ditargetkan akan selesai 2013-2015 yang merupakan perluasan fasilitas produksi untuk katagori produk lainnya.
Nestle juga telah membenamkan investasi sebesar jumlah yang sama yaitu US$ 100 juta untuk perluasan fasilitas produksi di pabrik Kejayaan, Jawa Timur. Pabrik itu diresmikan oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat 3 Maret 2010.
Mengenai Suryacipta City
Kawasan Suryacipta City of Industry merupakan kawasan industri milik PT Suryacipta Swadaya (SCS) yang merupakan anak usaha dari PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). Suryacipta City berada di Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Dengan adanya tambahan komitmen pembelian dari PT Nestle Indonesia, maka untuk kuartal I-2011, SCS telah mendapatkan komitmen pembelian
seluas 145 hektar lahan industri dengan nilai sekitar US$ 53 juta.
Untuk tahun 2011, SCS mentargetkan penjualan lahan indusri seluas 170 hektar dan sampai dengan kuartal pertama telah mencapai 85% dari target tersebut. Keberhasilan SCS di awal 2011 ini akan memberikan dampak signifikan bagi kinerja usaha konsolidasi SSIA tahun 2011.
SSIA memperkirakan pendapatan konsolidasi tahun 2011 akan melampaui Rp 2 triliun dimana sekitar 25% akan disumbangkan oleh SCS. Ditahun 2011, SSIA mentargetkan pertumbuhan Laba Bersih Konsolidasi dari continuing operation sebesar 30%. Pertumbuhan ini ditopang oleh menguatnya momentum penjualan lahan di kawasan industri dan potensi pertumbuhan di sektor jasa konstruksi dan perhotelan yang merupakan
segmen usaha SSIA.
Total keseluruhan izin lahan Suryacipta City of Industry adalah seluas 1.400 hektar ( gross) termasuk lahan Commercial Area seluas 45 hektar. Net saleable
area untuk lahan industri adalah sekitar 950 hektar dan terbagi dalam tiga fase.
Fase 1 dan fase 2 telah terjual sekitar 500 hektar - termasuk komitmen pembelian kuartal pertama tahun 2011. Pada saat ini SCS sedang mempersiapkan lahan
industri fase 2 seluas 170 hektar. Selain itu, SCS juga merencanakan untuk mepersiapkan fase 3 seluas 400 hektar. Persiapan akan dilakukan secara bertahap
dengan nilai investasi kurang lebih Rp 700 miliar dan diperkirakan akan selesai seluruhnya pada tahun 2015.
(hen/ang)











































