Investor Perancis Bangun Industri Nikel US$ 5 Miliar

Investor Perancis Bangun Industri Nikel US$ 5 Miliar

- detikFinance
Jumat, 25 Feb 2011 12:44 WIB
Jakarta - Perusahaan tambang asal Perancis, Eramet Group akan menanamkan investasi di Halmahera, Maluku Utara senilai US$ 4-5 miliar. Investasi ini untuk mengembangkan pembangunan smelter nikel.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan dalam kunjungan Menteri Ekonomi, Keuangan, dan Perindustrian Perancis Christine Lagarde ke Indonesia kali ini
ada beberapa pembicaraan di bidang investasi baik dalam bentuk government to government (G to G) dan business to business (B to B).

β€œHal-hal yang berkaitan dengan investasi B to B itu tadi disampaikan oleh Perancis yaitu Eramet itu ingin mengembangkan smelter dan industri
pengolahan nikel. Di Halmahera sebesar US $4-5 miliar,” ujar Hatta saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (25/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hatta, Eramet meminta jaminan investasi kepada pemerintah selama 50 tahun kedepan.

β€œPolicy kita mengatakan 30 tahun dan bisa diperpanjang 10, 10 dan ini sudah tidak ada perbedaan lagi hanya sedikit saja. Dan mereka akan melaksanakan
itu dalam waktu yang cepat,” jelasnya.

Sementara itu Menteri Keuangan Agus Martowardojo menambahkan, Eramet akan bekerja sama dengan Mitsubishi dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) untuk merealisasikan rencana investasi mereka.

(nia/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads