Pengusaha Miris, Pejabat Lebih Suka Furnitur Impor

Pengusaha Miris, Pejabat Lebih Suka Furnitur Impor

- detikFinance
Sabtu, 26 Feb 2011 14:57 WIB
Jakarta - Pengusaha furnitur dalam negeri makin terhimpit serbuan barang impor khususnya asal China. Apalagi banyak pejabat pemerintah yang lebih memilih produk impor.

Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Mebel Interior Indonesia (APMII) Dony Setyono dalam pembukaan pameran Furniture Indonesia 2011, di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (26/2/2011).

"Pejabat sudah tidak gunakan furnitur dalam negeri. Dulu perjamuan tamu pakai ruang-ruang Jepara. Kita ingin furnitur seperti batik," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dony menambahkan, sungguh penting bagi pejabat pemerintah menggunakan produk dalam negeri. Karena ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat.

Ini ditambah, pasar domestik tengah dihimpit oleh produk luar negeri, khususnya asal China. Namun Ketua Asosiasi Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo)Β  Jabodetabek, Tenggono Chuandra tetap menatap optimistis pasar furnitur domestik.

"Potensinya masih sangat besar. Oleh karenanya para pelaku usaha industri mebel nasional harus mampu menunjukkan peningkatan kualitas, kreativitas, dan inovasi produk-produknya. Ini agar lebih siap berkompetisi di era pasar bebas," kata Tenggono.

Untuk menumbuhkan pemasaran, Asmindo dan APMII menyelenggarakan pameran Furniture Indonesia, pada 26 Februari-6 Maret 2011.

Ada ragam desain yang tersedia, mulai dari klasik, minimalis moderen, sofa moderen, kids, outdoor, dan lain sebagainya.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads