Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Mebel Interior Indonesia (APMII) Dony Setyono dalam pembukaan pameran Furniture Indonesia 2011, di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (26/2/2011).
"Pejabat sudah tidak gunakan furnitur dalam negeri. Dulu perjamuan tamu pakai ruang-ruang Jepara. Kita ingin furnitur seperti batik," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini ditambah, pasar domestik tengah dihimpit oleh produk luar negeri, khususnya asal China. Namun Ketua Asosiasi Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo)Β Jabodetabek, Tenggono Chuandra tetap menatap optimistis pasar furnitur domestik.
"Potensinya masih sangat besar. Oleh karenanya para pelaku usaha industri mebel nasional harus mampu menunjukkan peningkatan kualitas, kreativitas, dan inovasi produk-produknya. Ini agar lebih siap berkompetisi di era pasar bebas," kata Tenggono.
Untuk menumbuhkan pemasaran, Asmindo dan APMII menyelenggarakan pameran Furniture Indonesia, pada 26 Februari-6 Maret 2011.
Ada ragam desain yang tersedia, mulai dari klasik, minimalis moderen, sofa moderen, kids, outdoor, dan lain sebagainya.
(wep/dnl)











































