Ditawari Tarif Murah, Industri Khawatir Pasokan Listrik Terbatas

Ditawari Tarif Murah, Industri Khawatir Pasokan Listrik Terbatas

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 28 Feb 2011 14:25 WIB
Ditawari Tarif Murah, Industri Khawatir Pasokan Listrik Terbatas
Jakarta - Beberapa pelaku industri menyatakan tawaran tarif listrik murah di malam hari tak menjamin kegusaran industri terobati. Kebijakan ini bisa memicu blunder industri yaitu ketika sudah menambah shift kerja namun jaminan pasokan listrik belum dijamin PLN.

"Oke lah saya bisa buat sampai 4 shift, tapi celakanya kalau shift sudah ditambah lalu listrik tak muncul. Memangnya kalau murah listrik bisa dijamin ada terus," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Sarung Tangan Karet Indonesia Achmad Safiun di sela-sela acara raker Kemenperin, di Hotel Bidakara, Senin (28/2/2011).

Safiun mengatakan, sampai saat ini jaminan pasokan listrik bagi industri belum bisa dipastikan. Ia khawatir penambahan shift kerja tak diimbangi dengan kepastian pasokan justru akan menambah potensi kerugian pelaku industri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Misalnya kita sudah rekrut orang. Lalu kalau tiba-tiba listrik nggak ada, kita harus bayar dong," katanya.

Baginya, saat ini industri selain membutuhkan tarif listrik yang kompetitif, masalah pasokan pun harus mendapatkan kepastian. Saat ini persaingan global menurutnya tak bisa terelakan.

"PLN hanya satu kepastian yaitu suplai. Sekarang saja pembangkit Muara Tawar nggak dapat gas," katanya.

Seperti diketahui, PLN (persero) berniat menurunkan tarif listrik untuk kalangan industri dalam waktu dekat. Namun penurunan tarif listrik industri itu berlaku untuk pemakaian pukul 23.00 sampai  pukul 07.00.

Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengungkapkan, PLN masih menggodok konsep penurunan tarif listrik industri untuk 'jam malam' tersebut. Namun besarannya diperkirakan cukup besar hingga 20%.

(hen/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads