Mitsubishi Siapkan US$ 20 Miliar Lanjutkan Investasi di RI

Mitsubishi Siapkan US$ 20 Miliar Lanjutkan Investasi di RI

Anwar Khumaini - detikFinance
Rabu, 02 Mar 2011 12:43 WIB
Jakarta - PT Mitsubishi International berkomitmen terus mengembangkan sayap bisnisnya di Indonesia. Dalam kurun waktu 5-10 tahun mendatang, perusahaan asal Jepang itu siap menggelontorkan dana investasi sebanyak US$ 18-20 miliar.

"Total rencana investasi mereka (Mitsubishi) dalam 5-10 tahun kedepan termasuk 4 proyek itu berada dalam kisaran US$ 18-20 miliar sehingga tidak kecil," kata Kepala BKPM Gita Wirjawan usai mendampingi para petinggi Mitsubishi bertemu Presiden SBY di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (2/3/2011).

Bahkan menurut Gita, di akhir pertemuan dengan SBY, Presiden Direktur Mitsubishi Kobayashi menyampaikan keinginannya merevisi rencana investasi mereka di Indonesia dengan peningkatan di atas US$ 20 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini tentunya tambahan dari rencana investasi-investasi yang disampaikan beberapa grup sebelumnya termasuk pengusaha dari Korea yang sudah mengekspresikan mereka untuk berinvetasi di Indonesia sebesar US$ 10-15 miliar," papar Gita.

4 Proyek investasi, yang dimaksud, menurut Gita yang pertama kelanjutan investasi mereka di Donggi Senoro. Kedua, rencana mereka untuk berkoinvestasi dengan Eramed di Wedabe, Halmahera, untuk pembangunan smelter pembangkit listrik untuk kepentingan veronichle yang akan dilaksanakan dalam 3-4 tahun ke depan.

Ketiga, MPA Metropolitan Priority Area yang akan dibungkus dalam konteks koridor yang sudah dikembangkan dalam master plan untuk tahun 2010-2025. Keempat, untuk kepentingan keberadaan mereka di sektor otomotif.

"Di sini mereka sudah merencanakan untuk meningkatkan penjualan mobil dalam 4-5 tahun ke depan sebesar sekitar minimum 2 jutan unit mobil," imbuhnya.

Untuk menjual 2 juta unit tersebut, menurut Gita mereka akan melakukan apapun yang bisa mereka lakukan untiuk menjual 2 juta unit. Tapi pengarahannya bukan untuk mereka membangun basis manufaktur saja.

"Tapi kalau bisa mengarah pada hal-hal teknologi ramah lingkungan dengan teknologi listrik, hybrid dan gas," kata Gita.

(anw/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads