Ia berharap, para wanita di Indonesia bisa mengambil peran dalam mensukseskan gerakan ACI. Mari beranggapan, sejatinya wanita bukan lah mahluk yang konsumtif namun biasanya wanita yang menentukan konsumsi.
"Sekitar 60-70% wanita yang menentukan konsumsi keluarganya, wanita bagian penting dari gerakan Aku 100% Cinta Indonesia," kata Mari disela-sela acara peluncuran hari sepatu lokal di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (9/3/2011)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah saat ini sedang fokus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk Indonesia karena produk Indonesia tak kalah mutunya dengan negara lain.
"Kita ingin ubah (persepsi) bahwa produk luar lebih baik dari dalam negeri, kita ingin ubah pikiran itu. Kalau tak dimulai dari sendiri bagaimana mau memulai, seperti menggunakan sepatu lokal. Kita mulai dari Kementerian Perdagangan, yang mudah-mudahan bisa jadi bola salju bisa diikuti dengan yang lain," katanya.
Dikatakannya dengan kualitas produk Indonesia yang sudah baik khususnya produk sepatu maka prosesnya dengan apresiasi, pengenalan, mencoba produk, menjadi pelanggan, memperkenalkan kepada orang lain.
"Tahun 2008 Pak Kalla (Wapres) sudah mendorong orang menggunakan sepatu Indonesua sampai kalau rapat dicekin satu per satu," jelas Mari.
(hen/dnl)











































