Disatu sisi nama-nama asing itu bisa 'menjual' di luar negeri namun di sisi lain banyak masyarakat Indonesia yang akhirnya tak tahu kalau merek sepatu bernama asing itu ternyata buatan Indonesia.
"Kalau bisa yang untuk merek lokal, kan masih banyak pakai nama luar kalau bisa pakai nama Indonesia saja," kata Bambang di acara peluncuran hari sepatu nasional di kementerian perdagangan, Jakarta, Rabu (9/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Elle Paris harusnya pakai nama Indonesia, biar orang luar tahu kalau itu buatan Indonesia," serunya.
Menurut Bepe, Indonesia sangat berpeluang menjadi negara pengekspor sepatu dunia terbesar karena memiliki produk sepatu berkualitas internasional.
Di 2010 saja ekspor sepatu Indonesia menembus US$ 2,6 miliar bahkan setiap tahun ditargetkan meningkat hingga US$ 1 miliar.
"Oh sudah bagus, kalau yang saya dengar tadi harusnya bisa," katanya.
Masalah penggunaan nama asing di produk sepatu lokal, sebelumnya pernah disinggung oleh Mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris. Fahmi pernah meminta kepada pengusaha lokal agar percaya diri (pede) untuk menggunakan merek (brand) lokal.
Hal itu menurut Fahmi, cukup penting karena sekarang ini masyarakat Indonesia sudah mulai mengapresiasi sepatu lokal. Sehingga dikhawatirkan produk yang seharusnya buatan Indonesia justru bisa saja dianggap konsumen sebagai produk impor.
Fahmi mencontohkan, ia pernah punya kenalan dengan pengusaha sepatu asal Karet Tengsin, Jakarta, yang mencantumkan merek produknya berbau nama Italia yang menurutnya cermin sikap tidak pede pengusaha lokal. Pengusaha itu bernama Minardi yang memiliki produk sepatu bermerek Mario Minardi.
Berikut ini sebagian merek-merek sepatu lokal yang berkualitas baik dan sudah menembus pasar ekspor:
- Yongky Komaladi
- Gino Maryani
- Sledger
- Andre Valentino
- Andre Convert
- Studio Nine
- Elle Paris
- Absolut
- Kenny
- Tomkins
- Piero
- Specs











































