"Ekspor kita tahun ini bisa US$ 3,2 miliar," kata Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko di kantor kementerian perdagangan, Rabu (9/3/2011).
Ia sangat optimistis terhadap target tersebut, karena faktor pasar dunia yang sudah membaik dan tingkat investasi yang tinggi di dalam negeri menjadi pendorong utama peningkatan ekspor sepatu ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya investasi sebanyak 17 pabrik sepatu itu merupakan pembangunan pabrik baru yang umumnya berorientasi pasar ekspor.
Eddy menjelaskan setiap investasi satu pabrik bisa menyerap 10.000 orang dengan masing-masing investasi US$ 60-70 juta per pabrik.
"Jadi tutup mata saja sudah ada 50.000 orang yang terserap. Tahun ini kenaikannya bagus," katanya.
Saat ini, lanjut Eddy, sentra-sentra sepatu di Indonesia yang memproduksi sepatu masih banyak tersebar di Jawa seperti Tangerang, Bekasi, Jawa Timur, dan beberapa di Bandung, dan sebagian di Sukabumi Jawa Barat.
"Penambahan kapasitas, optimal kita mungkin bisa 100 juta pasang per tahun dari sebelumnya 300 juta, jadi bisa 400 juta pasang," katanya.
(hen/dnl)











































