Industri Pakan Ternak RI Masih Harus Impor Jagung dari AS

Industri Pakan Ternak RI Masih Harus Impor Jagung dari AS

Ade Irawan - detikFinance
Rabu, 09 Mar 2011 16:04 WIB
Jakarta -

Sampai saat ini pasokan jagung untuk bahan baku industri pakan ternak Indonesia masih minim. Akibatnya, Indonesia masih harus mengimpor dari Amerika Serikat (AS), Brazil, dan Argentina.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Pakan Indonesia (APPI) Sudirman mengatakan, impor jagung Indonesia terus meningkat. Di 2009 jumlahnya 400 ribu ton dan di 2010 jumlahnya sebanyak 1,5 juta ton.

"Di 2011 impor pakan ternak meningkat karena industri nasional tidak baik. Impor jagung di 2009 mencapai 400 ribu ton. lalu di 2010 sebanyak 1,5 juta ton. Harga jagung juga naik. Harga impor jagung untuk April nanti Rp 3.300 per kg, padahal 3 bulan lalu Rp 2.300," jelas Sudirman ketika ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (9/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudirman mengatakan, dari 10,3 juta ton konsumsi pakan ternak di 2010, sebanyak 50% berasal dari jagung.

"Industri dalam negeri sebenarnya tidak suka impor. Pemerintah meningkatkan produksi tapi sulit karena banyak faktor, salah satunya infrastruktur," jelas Sudirman.

Karena itu, APPI meminta kepada pemerintah untuk membebaskan bea masuk jagung dari 5% menjadi 0% sehingga para produsen diringankan, dan harga jual makin murah.

"Pemerintah harusnya memperhatikan nasib peternak. Ada bahan baku yang tidak diproduksi di Indonesia, jadi harus bebas bea masuk. Bea masuk bukan untuk instrumen pendapatan negara tapi untuk proteksi," tukasnya.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads