PT Garam Bermimpi Jadi 'Bulognya' Harga Garam

PT Garam Bermimpi Jadi 'Bulognya' Harga Garam

- detikFinance
Jumat, 11 Mar 2011 12:52 WIB
Jakarta - Rendahnya produksi garam Indonesia ditenggarai salah satu penyebabnya adalah karena harga garam rendah sehingga petani tak bersemangat. PT Garam salah satu BUMN yang bergerak di bidang garam berharap bisa menjadi lembaga stabilitator harga garam di Indonesia layaknya Bulog di bidang perberasan.

"Kamis siap menjadi lembaga stabilitator, kami siap punya network seluruh Indonesia, kami siap. Tapi sebagai stabilitator saja tapi bukan 100% diserap, kami ingin serap 40% saja, agar petani tidak didistorsi oleh pelaku di lapangan," kata Direktur Utama PT Garam Slamet Untung Irridenta di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (11/3/2011).

Ia menjelaskan lembaga stabilitator ini sangat penting agar petani mendapat harga yang wajar. Jika PT Garam bisa menjadi stabilitator harga garam, ketika harga garam jatuh maka PT Garam bisa mengambil peran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini kata dia kinerja PT Garam secara keseluruhan terus mengalami perbaikan meski pada tahun lalu sempat mengalami kerugian Rp 47 milar karena produksi anjlok.

"Harga garam harus naik karena masih terlalu rendah, biar menteri perdagangan baca. Harga Rp 320 dinaikkan jadi Rp 1.000 (per kg)," katanya.

Ketua umum Asosiasi Petani Garam Seluruh Indonesia Syaiful Rahman menambahkan mendukung adanya upaya pembentukan lembaga stabilitator harga garam. Menurunya lembaga khusus berfungsi sebagai penyangga stok dan penjaga stabilitas harga garam.

Menurutnya dua hal itu dapat berguna untuk menopang target swasembada garam nantinya. Ditambah lagi pemerintah harus meberikan batuan intensifikasi dan ekstensifikasi lahan garam.

"Kita adalah negara yang luas pantainya nomor dua terbesar di dunia, tapi kita impor garam," ucap Syaiful.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads