MS Hidayat: Investasi Baru Jepang di RI akan Tertunda

MS Hidayat: Investasi Baru Jepang di RI akan Tertunda

- detikFinance
Minggu, 13 Mar 2011 10:40 WIB
Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin)  MS Hidayat mengungkapkan dampak gempa dan tsunami maha dahsyat yang melanda Jepang akan berpengaruh pada realisasi investasi-investasi baru Jepang di Indonesia. Investasi Jepang akan mengalami penjadwalan ulang sebagai buntut dari peristiwa tersebut.

"Investasi-investasi baru akan mengalami jadwal ulang, kerena pemerintah Jepang akan konsentrasi pada penataan ulang dan program recovery akibat tsunami," kata Hidayat kepada detikFinance, Minggu (13/3/2011).

Bukan hanya itu saja, menurutnya program-program kerjasama industri antara Indonesia dengan Jepang terutama dibidang otomotif dan elektronika juga akan kena imbasnya. Maklum saja, banyak perusahaan otomotif dan elektronik Jepang mengalami gangguan produksi, sementara beberapa mesin dan komponen produk tersebut sebagian masih dibutuhkan di dalam negeri karena belum bisa diproduksi di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengaruhnya akan terasa pada kerjasama dibidang otomotif, elektronika. Terutama bagi kerjasama yang membutuhkan supply mesin-mesin, komponen yang belum di produksi di Indonesia," katanya.

Seperti diketahui beberapa perusahaan manufaktur besar di Jepang  mengentikan sebagian besar produksi pabrik-pabriknya pasca gempa dan tsunami yang menghantam Jepang, Jumat (12/3/2011).

Misalnya produsen elektronik ternama Sony Corp menghentikan sementara produksi di enam pabrik yang lokasinya di provinsi Miyagi, yang terkena dampak keras gempa dan tsunami. Pabrik Sony di provinsi Fukushima juga dikatakan telah mengevakuasi seluruh pegawai.

Sementara Toyota yang merupakan produsen otomotif terbesar di dunia juga menghentikan sementara produksi di empat pabriknya yang berlokasi di Timur Laut provinsi Miyagi, lalu di Iwate, dan di Hokkaido.

Selain kedua perusahaan tersebut, produsen mobil Nissan juga menghentikan produksi 4 pabriknya, karena tsunami menimbulkan kebakaran. Ada 2 pegawai yang menderita luka-luka.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads