"Investasi-investasi baru akan mengalami jadwal ulang, kerena pemerintah Jepang akan konsentrasi pada penataan ulang dan program recovery akibat tsunami," kata Hidayat kepada detikFinance, Minggu (13/3/2011).
Bukan hanya itu saja, menurutnya program-program kerjasama industri antara Indonesia dengan Jepang terutama dibidang otomotif dan elektronika juga akan kena imbasnya. Maklum saja, banyak perusahaan otomotif dan elektronik Jepang mengalami gangguan produksi, sementara beberapa mesin dan komponen produk tersebut sebagian masih dibutuhkan di dalam negeri karena belum bisa diproduksi di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui beberapa perusahaan manufaktur besar di Jepang mengentikan sebagian besar produksi pabrik-pabriknya pasca gempa dan tsunami yang menghantam Jepang, Jumat (12/3/2011).
Misalnya produsen elektronik ternama Sony Corp menghentikan sementara produksi di enam pabrik yang lokasinya di provinsi Miyagi, yang terkena dampak keras gempa dan tsunami. Pabrik Sony di provinsi Fukushima juga dikatakan telah mengevakuasi seluruh pegawai.
Sementara Toyota yang merupakan produsen otomotif terbesar di dunia juga menghentikan sementara produksi di empat pabriknya yang berlokasi di Timur Laut provinsi Miyagi, lalu di Iwate, dan di Hokkaido.
Selain kedua perusahaan tersebut, produsen mobil Nissan juga menghentikan produksi 4 pabriknya, karena tsunami menimbulkan kebakaran. Ada 2 pegawai yang menderita luka-luka.
(hen/hen)











































