Federasi Gabungan Elektronika (GABEL) menegaskan dampak tsunami Jepang tak akan mempengaruhi industri elektronika dalam negeri. Selama ini arus importasi barang elektronika dari Jepang hanya 1% untuk elektronika kelas atas.
"Cuma 1%, karena kan produk Indonesia itu ada yang dari dalam negeri, kalau dari luar negeri yang banyak itu Malaysia, Singapura, Vietnam, dan China. Jadi nggak terlalu berpengaruh signifikan," kata Ketua Umum Federasi Gabungan Elektronika (GABEL) Rachmat Gobel di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (15/3/2011).
Rachmat menegaskan impor elektronika Indonesia dari Jepang adalah produk produk kelas atas (high end) sehingga pasarnya tak besar. Rachmat mengaku merek Panasonic yang ia kembangkan juga hanya mengimpor jenis ini karena belum dibuat di dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rachmat mengaku pasca peristiwa bencana Jepang, agak terlalu dini untuk membahas semacam itu. Saat ini yang terpenting adalah memberikan bantuan kepada masyarakat Jepang yang mengalami musibah.
"Tapi yang pasti Panasonic sudah kirim bantuan radio sebanyak 40 ribu untuk memudahkan komunikasi dan informasi," katanya. (hen/ang)










































