Hal ini disampaikan Direktur Industri Material Dasar Logam Kementerian Perindustrian I G Putu Suryawirawan kepada detikFinance, Selasa malam (15/3/2011).
"Peluang itu pasti ada karena akan ada lonjakan demand baja di Jepang sehingga industri-industri baja mereka akan sibuk memenuhi permintaan dalam negeri yang mungkin harus dibantu impor," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepengetahuan saya, industri-industri baja Jepang lebih banyak di sekitar Tokyo dan Osaka yang tidak terpengaruh oleh bencana tersebut," katanya.
Mengenai harga baja pasca peristiwa gempa dan tsunami Jepang, Putu menegaskan selama ini harga baja dunia lebih banyak terpengaruh dari supply dan demand China. Hal ini terkait langsung kebijakan ekspor atau impor baja China dan harga bijih besi dunia.
"Kami berharap bencana alam di Jepang jangan sampai mengganggu keseimbangan supply-demand baja khususnya di kawasan Asia," katanya.
(hen/qom)











































