"Lebih dari 50 persen gas kita di ekspor," keluh Ketua Forum Industri Pengguna Gas Bumi, Saifun kepada wartawan usai bertemu Boediono di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (17/3/2011).
Menurut Saifun, kebutuhan gas nasional dalam negeri di 2010 saja mencapai 2.900 mmscfd. Pasokan melalui pipa PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebanyak 1.500 mmscfd. Itupun alokasi untuk perusahaan BUMN mencapai 800-1.000 mmscfd. Sehingga jatah untuk perusahaan manufaktur sangat sedikit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gas dan energi ini dibutuhkan untuk nilai tambah dalam negeri. Dan ini merupakan media untuk menyedot tenaga kerja," kata Saifun.
Selain itu, tanpa pasokan gas ke dalam negeri yang cukup, Saifun yakin akan banyak investor dalam negeri untuk pindah berinvestasi ke luar negeri.
"Pengusaha kalau tidak nyaman pasti pindah keluar negeri. Apalagi kita mau undang investor masuk, bagaimana bisa," terangnya.
Sementara itu, Sekjen Forum Industri Pengguna Gas Bumi, Ahmad Widjaja mengatakan pihaknya juga meminta kepada pemerintah untuk mengkaji kembali harga keekonomian gas bumi dalam negeri agar menyesuaikan dengan kebutuhan pasar domestik.
Menurut Ahmad, belum adanya kepastian harga yang diputuskan oleh pemerintah sehingga membuat kalangan pengusaha bingung.
(gun/dnl)











































