Ekspor Kayu Temanggung ke Jepang Naik 25% Pasca Tsunami

Ekspor Kayu Temanggung ke Jepang Naik 25% Pasca Tsunami

- detikFinance
Jumat, 18 Mar 2011 18:14 WIB
Ekspor Kayu Temanggung ke Jepang Naik 25% Pasca Tsunami
Temanggung - Gempa dan tsunami yang menimpa Jepang tidak mempengaruhi penurunan tingkat ekspor kayu olahan ke Negeri Sakura itu. Memasuki tahap masa rekontruksi dan rehabilitasi pasca tsunami, ekspor kayu Temanggung ke Jepang naik 25%.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Departemen Pengadaan Bahan Baku Dharma Satya Nusantara (DSN) Temanggung, Aris Iwandono kepada detikFinance, di kantornya, Temanggung, Jumat (18/3/2011).

"Sampai detik ini tidak ada pembatalan maupun penundaan ekspor kayu olahan ke Jepang. Malah, untuk bulan Mei dan Juni mendatang terkait masuknya masa rekontruksi dan rehabilitasi usai bencana gempa dan tsunami permintaan kayu olahan dari Negeri Sakura itu justru naik permintaanya," tegas Aris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aris menjelaskan biasanya permintaan kayu dari Jepang berupa 'block wood' dan 'plywood' yang setiap bulanya selalu dipesan. Jumlahnya mencapai sekitar antara 5 ribu sampai 6 ribu meter kubik per buahnya.

"Kenaikan pesanan itu untuk Mei dan Juni. Kata rekanan ekspor kami di Jepang untuk keperluan dan kebutuhan rekontruksi dan rehabilitasi sehingga pesanan dinaikkan menjadi 25% besarnya dari setiap bulanya," ungkap Aris.   

Aris mengungkapkan sesuai dengan pesanan, produk kayu olahan antara lain dapat digunakan untuk bahan baku bangunan rumah, peralatan, dan perlengkapan rumah tangga.

"Selain ke Jepang, perusahaan kamu yang mempekerjakan sekitar 1.500 karyawan juga mengekspor kayu olahan ke kawasan Timur Tengah. Namun jumlahnya relatif kecil. Yang paling banyak ke Jepang dan sebagian ke Timur Tengah," tutur Aris.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Temanggung, Rony Nurhastuti mengatakan, sempat ada kekhawatiran bencana gempa dan tsunami di Jepang berpengaruh terhadap penurunan ekspor.

"Alhamdulillah sampai sekarang belum ada laporan atau keluhan dari sejumlah pabrik yang memproduksi dan mengekspor kayu olahan," jelas Rony.

Rony menjelaskan beberapa pabrik kayu olahan yang mengekspor hasil produksinya ke Jepang antara lain PT Dharma Satya Nusantara, PT Albasia Bhumi Phala, dan PT Tanjung Kreasi Parquet Industry.

Rony mengungkapkan jika dilihat dari pengalaman di Jepang, rumah penduduk dan alat rumah tangga terbuat dari kayu. Maka tidak heran jika kebutuhan kayu di Jepang malah meningkat untuk proses rehabilitasi dan rekontruksi.

"Melihat kondisi itu pasca tsunami permintaan kayu olahan kemungkinan jauh lebih tinggi dibanding bulan-bulan normal. Selain itu beberapa perusahaan yang selalu melaporkan kegiatan ekspornya perbulan juga sampai sekarang tidak terlihat adanya penurunan," ucap Rony.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads