"Yang dilaporkan setiap satu industri harus mengeluarkan dana cukup besar, Rp 1,5-2 miliar untuk mereposisi pasokan gasnya, seperti stopnya suplai, mencari suplai lainnya," kata Wakil Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani kepada detikFinance, Senin (21/3/2011).
Franky menjelaskan industri pengguna gas di Jawa Timur pastinya akan merugi jika suplai gas dari Santos terhenti sama sekali. Beberapa industri yang akan terpukul dari rencana ini adalah industri makanan dan minuman, industri keramik, industri baja, dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan dengan adanya kasus domestik seperti suplai gas Santos, maka adanya keiginan pemerintah Jepang untuk menambas pasokan impor gasnya dari Indonesia harus diabaikan. Saat ini industri di dalam negeri saja harus mengais-ngais jaminan pasokan gasnya.
"Sikap kami tidak setuju adanya penambahan ekspor gas ke Jepang, karena di dalam negeri saja masih kurang," katanya.
Diberitakan sebelumnya Santos Indonesia berupaya memaksimalkan produksi minyak dan gas lapangan Oyong dan Maleo di Selat Madura setelah mengalami interupsi karena pengerjaan perbaikan pada anjungan produksinya.Β
Hasil inspeksi rutin pada anjungan jack-up Maleo yang disewa Santos menunjukkan perlunya dilakukan pengerjaan perbaikan pada fasilitas produksi bergerak (Mobile Oil Production Unit /MOPU).
Perbaikan tersebut rencananya akan dilaksanakan antara bulan April dan Juni 2011. Dalam tenggang waktu tersebut, terdapat kemungkinan penghentian operasi sementara (temporary shutdown) sekitar 15 hari untuk memastikan agar upaya perbaikan berjalan dengan aman dan efisien.
Santos bekerja sama dengan BP Migas meminimalkan kemungkinan penghentian operasi itu dan pengerjaan perbaikan diharapkan tidak berdampak secara material pada produksi Santos di 2011.
Lapangan Maleo yang berlokasi di wilayah Kabupaten Sumenep memproduksi gas sejumlah rata-rata 120 mmcfd yang diserap PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk dimanfaatkan berbagai industri di Jawa Timur.
Pemerintah melalui kementerian ESDM akan meminimalkan dampak penghentian sementara produksi gas Lapangan Maleo yang dioperasikan perusahaan asal Australia, Santos di sekitar Selat Madura, Jatim.
Dari total konsumsi gas industri di Jatim sebesar 250 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), sebanyak 120 MMSCFD di antaranya berasal dari Santos. Produksi gas Lapangan Maleo masuk ke industri melalui pipa yang dimiliki PT PGN Tbk.
(hen/dnl)











































