"Tunda beli mobil atau tidak, nggak menunggu BBM naik. Mereka melihat mana yang lebih efisien," jelas Direktur PT Astra International Tbk (ASII) Gunawan Geniusahardja di Gedung PermataBank, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (22/3/2011).
Ia menambahkan, masyarakat memilih untuk membeli kendaraan pribadi atas dasar kepentingan mobilitasnya, dalam bekerja atau mencari nafkah. Selama belum ada sarana yang lebih baik dari mobil atau motor, tentu permintaan kendaraan pribadi tetap muncul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang yang beli mobil, pasti mampu beli BBM. Kan dipakai untuk cari uang. Apa ada pilihan lain?" tegas Gunawan.
Jasa Pembiayaan Sumbang 21% Total Pendapatan Astra
Di sisi lain, Astra memperkirakan konstribusi pendapatan dari divisi jasa pembiayaan di 2011 mencapai 21%. Porsi ini naik tipis dari periode sebelumnya, 20% dari total pendapatan di 2010 mencapai Rp 16 triliun.
"Jasa keuangan tahun ini 20% lebih. 21% lah. Pastinya, saya tidak bisa sampaikan. Ini seluruhnya, termasuk mobil, motor, alat berat," ungkapnya,
Menurutnya, pembiayaan kendaraan akan tetap moncer pada tahun ini. Pasalnya, masih ada ruang untuk tumbuh, khususnya di kota-kota kecil.
"Indonesia kan bukan Jakarta saja. Kalau dilihat masih jauh, rasio untuk tumbuh masih bisa. Namun rasio hanya 20-21%. Kita realistis saja, karena untuk mempertahankan market segitu tidak mudah. Yang lain kan juga tumbuh," imbuh Gunawan.
(wep/dnl)











































