Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Thomas Darmawan kepada detikFinance Rabu (23/3/2011).
"Saya dukung pemerintah, konsumsi untuk orang asing nggak kelabakan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, harga ikan lokal yang tinggi saat ini harus segera dievaluasi oleh pemerintah dan memeriksa produksi ikan. Hal ini juga bisa menekan spekulasi importasi ikan ke pasar lokal.
"Yang sekarang harus dilakukan adalah evaluasi dalam negeri kenapa harganya bisa tinggi, apa karena kreditnya susah atau hal apa?," tambahnya.
Thomas menegaskan, ia tidak tahu-menahu soal permainan dalam proses importasi ikan. Menurut Thomas bukan anggotanya pula yang ada dalam
permainan tersebut.
"Nggak tahu, selama ini masih diselidiki, saya nggak tahu hal itu, anggota saya, saya tanyain nggak ada," tegasnya.
Seperti diketahui kasus impor ikan ilegal yang masuk ke wilayah Indonesia semakin marak terjadi. Kasus terbaru misalnya di Belawan ditahan sebanyak 72 kontainer (1.944 ton) ikan, 81 kontainer (2.176 ton) ikan di Tanjung Priok Jakarta dan 37 kontainer (1.006 ton) ikan di Tanjung Perak Surabaya. Sementara itu di Bandara Soekarno Hatta sebanyak 7.687 ton.
Ikan impor yang masuk umumnya adalah jenis mackarel dan selar. Impor ikan ilegal yang ditahan sebagian besar berasal dari China, yaitu sebanyak 126 kontainer.
(hen/hen)











































