"Penjualan kita pasti akan sedikit terganggu. Jepangnya kan lagi kayak gitu," kata Komisaris Utama Panasonic Rachmat Gobel kepada detikFinance di kantor pusat Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (28/3/2011).
Namun sayangnya, Rachmat tidak merinci proyeksi penjualan Panasonic di tahun ini yang diperkirakan akan melambat tersebut. Namun menurutnya, saat ini pihaknya sudah mempersiapkan langkah untuk mengantisipasi perlambatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, menurut Rachmat yang juga komisaris Indosat ini, pabrik Panasonic kini tidak hanya di Jepang, namun juga tersebar di berbagai negara. Sehingga, produksinya tidak akan terlalu melambat.
"Makanya dia (Panasonic) sering bangun pabrik di luar selain Jepang. Dengan adanya bencana begini tinggal dipindahkan saja," ungkapnya.
Bahan baku yang selama ini banyak menangandalkan Jepang adalah televisi LED karena yang memproduksi bahan bakunya hanya Jepang, tidak ada negara lain. Sementara kebutuhan bahan baku alat eletronik lainnya masih bisa diambil dari pabrik di luar Jepang.
Ia menambahkan, meski produksi Panasonic dari Jepang melambat, namun ia yakin bisa bangkit kembali dalam 2-3 tahun ke depan. Tidak hanya Panasonic, namun industri Jepang secara keseluruhan.
Menurutnya, industri Jepang tahun ini dipastikan masih dalam masa pemulihan. Namun, industri Jepang bisa lebih maju setelah adanya bencana ini.
"Ini bisa jadi kebangkitan Jepang lagi, seperti setelah perang dunia II dulu. Yang harus kita perhatikan, bagaimana mereka bangkit dan itu perlu dicontoh," katanya.
(ang/dnl)











































