Pabrik ini nerupakan tahan awal dari rencana investasi sebesar Rp 2,3 triliun hingga 2013. Pabrik ini berkapasitas pengolahan sekitar 300 ribu ton CPO per tahun. Dalam setahun, pabrik ini mampu menghasilkan sebanyak 168 ribu ton minyak goreng dan 112 ribu ton margarin.
Selain itu, saat ini telah dilakukan perluasan lahan seluas 5 hektar untuk pembangunan pabrik cocoa butter substitute (CBS) atau bahan pengganti coklat berkapasitas produksi sampai 140 ribu ton per tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peresmian pabrik dilakukan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa didampingi Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawa, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Bupati Bekasi, Sa'duddin, Ketua KADIN Indonesia Suryo Bambang Sulisto, Ketua APINDO Sofjan Wanandi, Direktur Utama BNI Gatot Suwondo.
Menurutnya, agar sektor ini tumbuh sehat, kebijakan pemerintah yang komprehensif sangatlah dibutuhkan. Termasuk mendorong tersedianya kebijakan yang mampu menghapus hambatan ketersediaan dan alokasi lahan.
"Serta infrastruktur pendukung, riset, dan pengembangan berikut akses terhadap teknologi serta dukungan pendanaan," katanya.
SMART dan perusahaan afiliasinya berencana melakukan investasi sebesar Rp 9 triliun hingga tahun 2015 dengan kemampuan menyerap sekitar 20 ribu orang tenaga kerja langsung maupun tidak langsung.
"Kita akan terus mengembangkan industri di Kalimantan dan Sumatera dengan total investasi sebesar Rp 9 triliun hingga 2015," tandasnya.
(nia/ang)











































