Industri Lampu Ingin 'Kecipratan' Proyek Listrik Murah

Industri Lampu Ingin 'Kecipratan' Proyek Listrik Murah

- detikFinance
Rabu, 30 Mar 2011 14:42 WIB
Jakarta - Industri lampu hemat energi (LHE) lokal menagih pemerintah terkait program listrik murah bagi masyarakat miskin. Proyek listrik murah bisa diwujudkan dengan skema bagi-bagi LHE secara gratis kepada orang miskin.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) John Manoppo kepada detikFinance, Rabu (30/3/2011)

"Saya sudah kirim surat tanggal 8 Maret ke Sekjen kementerian ESDM (energi sumber daya mineral), kalau bisa program PLN yang dulu tertunda, menjadi program murah bagi rakyat seperti listrik murah. Ini yang untung pemerintah, PLN, industri, dan masyarakat," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menuturkan pembagian lampu LHE ini, cara yang paling mudah dalam menjalankan program listrik murah. Selain itu, penggunaan LHE bagi orang miskin bisa menjadi kompensasi jika ada kenaikan TDL.

"Kalau hitungan kita dengan memakai lampu LHE 8 watt bisa hemat Rp 30.000 per tahun, kalau 3 LHE setahun bisa Rp 90.000. Dari sisi PLN bisa hemat Rp 3,2 triliun jika dihitung 100 juta LHE. Kalau harganya Rp 18.000  per LHE yang dikeluarkan hanya Rp 1,8 triliun," imbuh John

Dari sisi industri, program ini sangat membantu mendorong penggunaan produk lokal. Kemampun industri LHE lokal sangat memadai karena memiliki kapasitas produksi 150 juta LHE per tahun. '

"Kalau ini bisa terealisasi, bagi industri yang rendah utilisasi-nya (pemanfaatan kapasitas terpasang) maka bisa hidup lagi," katanya

Menurutnya dari kapasitas 150 juta LHE per tahun ditopang dari 12 pabrik lokal. Namun saat ini yang masih berproduksi hanya 6 pabrik, sedangkan sisanya 'mati suri'.

"Yang mati suri ini biasanya bukan pabrik LHE murni, jadi ketika sepi order mereka kembali ke core bisnisnya seperti pebrik kabel, elektronika," katanya.

John menambahkan menganggurnya 6 pabrik LHE lokal karena tingkat importasi LHE sangat tinggi terutama dari China. Misalnya pada tahun lalu dari kebutuhan 200 juta pasang LHE sebanyak  160 juta diimpor.

"Sisanya dari lokal yaitu 40 juta yang ditopang dari 6 pabrik tadi, utilisasi hanya 25%. Kita harap utilisasi bisa terangkat di atas 50%," katanya.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads