Sebagai gambaran, berdasarkan data Kementerian Perindustrian konsumsi baja nasional di 2009 mencapai 6,6 juta ton, produksi baja lokal sebesar 3,5 juta ton pada tahun yang sama.
"Total konsumsi tahun ini 12 juta ton, produksi 8 juta ton, sisanya impor 4 juta ton," kata Direktur Eksekutif Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) Edward Pinem di kantor Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jl Gatot Soebroto, Senin (4/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga baja di kuartal I-2011 sudah naik 20% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu," kata Edward.
Ia mengatakan walaupun produksi baja dalam negeri akan mencapai 8 juta ton namun, selama ini Indonesia harus mengimpor 90% bahan baku bijih besi, antara lain dari Brazil dan Chili.
Mengenai dampak tsunami Jepang beberapa waktu lalu, pelaku baja dalam negeri masih melihat keadaan terutama imbas dari sisi harga maupun produksi baja dunia. Selama ini Jepang menjadi salah satu produsen baja besar dunia dengan produksi 100 juta ton baja.
"Dampak tsunami kita belum bisa prediksi kondisi ini, belum tahu dampak terhadap produksi dan harga yang jelas mereka (Jepang) banyak menyerap baja selama recovery," katanya.
(hen/hen)











































