PT Insera Sena yang merupakan produsen sepeda merek Polygon menggenjot produksinya hingga 1.500 unit sepeda per hari. Manager Promosi Polygon Peter Mulyadi mengatakan sesuai dengan siklus industri sepeda, pada triwulan I dan II penjualan sepeda mencapai titik puncaknya.
"Triwulan pertama sama pertumbuhan lumayan, permintaan bertambah. Berdasarkan asosiasi sepeda, permintaan sepeda naik dari 5 juta ke 6,5 juta unit di tahun ini. Akan signifikan di kuartal I dan II itu masa peak season karena musim liburan," kata Peter kepada detikFinance, Rabu (6/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari total produksi Polygon, sebanyak 70% diekspor dan sisanya 30% untuk pasar lokal. Berbagai produk sepeda seperti Mountain Bike, Racing Bike, City Bike, BMX, Junior & Kids Bike dan special bike diproduksi pabrik Polygon di Sidoardjo, Jawa Timur.
"Komponennya impor semua, komponen lokal yang dibuat di sini frame-nya sebagai inti dari sepeda. Impor komponen dari Jepang, Malaysia, Taiwan," katanya.
Ia juga mengatakan dampak kenaikan baja belakangan ini tak mempengaruhi harga jual sepeda buatan Polygon. Pihaknya jarang menaikan harga, biasanya kenaikan harga dilakukan setahun sekali saja.
"Harga masih tetap, kita tahan harga. Kalau pun toh ada kenaikkan harga, pasti ada nilai lebihmya seperti perubahan pada sparepart," jelas Peter.
PT Insera Sena telah mengekspor sepeda ke Eropa antaralain ke Inggris, Jerman, Perancis, Spanyol, Australia, Swiss, Yunani, Denmark, Swedia, Finlandia, Norwegia, Rusia, dan Polandia. Sedangkan di Benua Amerika antara lain di AS, Kanada, Costa Rica, dan Argentina.
Untuk Asia antara lain ke Jepang, Korea, Singapura, dan Malaysia. Di Afrika sepeda Polygon juga dikirim ke Afrika Selatan dan Mauritius, termasuk ke Australia, Selandia Baru, dan Kepulauan Fiji.
Merek Polygon baru hanya dijual di beberapa negara saja seperti Malaysia, Thailand, Korea, dan Australia sedangkan di Eropa sepeda buatan Sidoarjo ini diberi merek Scott, di Kanada bermerek Kona, Miyata Jepang, dan Raleigh untuk Eropa.
"Yang kita ekspor untuk sepeda kelas middle up, harga untuk ekspor hampir Rp 2 juta ke atas," katanya.
(hen/dnl)











































