Gempa dan Tsunami Pukul Produksi Baja Jepang

Gempa dan Tsunami Pukul Produksi Baja Jepang

- detikFinance
Kamis, 07 Apr 2011 12:29 WIB
Jakarta - Imbas tsunami dan gempa beberapa waktu lalu berdampak pada produksi besi dan baja Negeri Matahari Terbit Jepang. Salah satu produsen baja asal Jepang, Nippon Steel mengakui terjadi gangguan produksi industri baja.

"Setelah gempa produksi terpengaruhi, untuk ekspor tak jadi perubahan hampir sama," kata Managing Director Nippon Steel Corp Junji Uchida dalam acara Seminar Future Prospect of Steel for Construction in Indonesia di Gran Melia, Jakarta, Kamis (7/4/2011)

Uchida menjelaskan selama ini negaranya memproduksi besi dan baja mencapai 100 juta ton per tahun. Dari total produksi itu, sebanyak 60 juta ton digunakan untuk konsumsi domestik, sementara sisanya untuk diekspor ke seluruh dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dilihat nilainya harus dihitung, baru bulan Juni akan kelihatan," jelasnya.

Mengenai prospek konsumsi baja di Indonesia terkait sektor konstruksi. Ia menuturkan bahwa sejatinya Indoensia dengan Jepang sama-sama negara rawan gempa, selain berbentuk kepulauan, kedua negara juga dikelilingi banyak gunung api.

"Jadi Indonesia dan Jepang bisa tukar pendapat, regulasi bangunan di Indonesia sudah mirip dengan di Jepang. Jepang telah menetapkan standar bangunan yang tepat. Di Indonesia sudah begitu sudah sama regulasinya. Harapannya ada tukar menukar kerjasama yang sudah terjadi sebelumnya," jelas Uchida.

Ia menjelaskan katagori bangunan atau konstruksi di negaranya terbagi menjadi 3 katagori. yaitu konstruksi bangunan untuk penduduk, pabrik, dan bangunan tinggi. Menurutnya khusus untuk pabrik dan gedung di Jepang hampir 60% sudah menggunakan baja, sisanya campuran konkret dan baja.

"Semakin tinggi bangunan steel struktur akan semakin banyak," katanya.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads