"Jadi tadi saya menerima kedatangan dari perusahaan baja yang menguasai Meksiko, mereka mau turut membangun logistic based di kawasan Timur Indonesia karena mulai ditemukan gas-gas di kawasan tersebut. Mereka sangat tertarik untuk masuk," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai menerima kunjungan pimpinan perusahaan Tenaris di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (15/4/2011).
Hatta menambahkan kemungkinan besar, perusahaan tersebut bisa mengembangkan investasinya di kawasan Kalimantan yang juga merupakan koridor Timur Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun belum menyebutkan angka pasti dari investasi tersebut, Hatta yakin kerjasama ini bisa terlaksana sesegera mungkin setelah semua persyaratan yang diminta Tenaris bisa terpenuhi.
"Nilai investasinya ratusan juta dolar, masa kalau nggak ratusan juta, head of-nya yang datang," tegasnya.
Sementara Staf Ahli Menko Perekonomian Amir Sambodo menjelaskan kedatangan Tenaris ke Kemenko selain untuk menyatakan minatnya mengembangkan investasinya, perusahaan tersebut meminta untuk dianggap sebagai produk lokal sehingga mendapat keringanan.
"Mereka sangat concern untuk menambah kapasitasnya, tapi dia minta ke Menko Perekonomian supaya dia dianggap sebagai produksi lokal sehingga mendapat referensi untuk local content yang selama ini menurut dia belum diperhatikan. Dengan begitu kita bisa kasih referensi menurut procurement pemerintah. BUMN kan bisa. Bisa saja harganya diberikan kompensasi. Terus kemudian ada kandungan lokal yang diharapkan berapa persen. Karena dia ingin investasi, kalau itu bisa dilakukan, mereka akan meningkatkan kapasitas," ujarnya.
(nia/hen)











































