Pemerintah Janji Beri Insentif Industri Hulu Tekstil

Pemerintah Janji Beri Insentif Industri Hulu Tekstil

- detikFinance
Senin, 18 Apr 2011 15:03 WIB
Pemerintah Janji Beri Insentif Industri Hulu Tekstil
Jakarta - Pemerintah berjanji akan memberikan insentif bagi pembangunan pabrik bahan baku industri teksil di dalam negeri. Selama ini bahan baku industri tekstil banyak diimpor sehingga mengurangi daya saing industri lokal.

"Tadi Pak Hatta (Menko Perekonomian) sepakat untuk bikin pabrik bahan baku, yang akan difasilitasi pajak secara signifikan. Sehingga ketergantungan impor akan berkurang," katanya.

Hidayat menjelaskan insentif pajak ini diharapkan akan mendorong para investor mau mengembangkan sektor hulu tekstil. Kini pemerintah tengah merumuskan skim insentif yang akan diberikan kepada sektor hulu tekstil ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perluasan industri bahan baku yang selama ini ada ketergantungan dari impor, di level menteri akan disiapkan perangkat peraturan, insentif sedemikian rupa sehingga menarik investor biar masuk," katanya.

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan rencana pemberian insentif bagi industri hulu tekstil sangat relevan. Misalnya ia mencontohkan selama ini industri serat rayon banyak memakai bahan baku kapas yang 99,9% adalah diimpor.

"Sangat relevan sekali, industri bahan baku serat rayon yakni dissolving pulp pabrik ada tapi sangat kecil ada di Sumatera, selebihnya banyak impor," katanya.

Ia menyambut baik jika pemerintah akan memberikan stimulus pada sektor ini. Indonesia memiliki produksi kapas sangat rendah, produk dissolving pulp akan menjadi pengganti kapas, karena 20 tahun ke depan komoditi kapas sulit untuk diandalkan lagi karena keterbatasan suplai.

"Selain industri hulu, produk perantara tekstil juga masih banyak yang diimpor. Bahkan industri kain banyak yang dibuat di Indonesia saja impornya signifikan daya saing kurang, seperti kain mentah, belum diolah di dalam negeri," jelas Ade.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads