"Tadi Pak Hatta (Menko Perekonomian) sepakat untuk bikin pabrik bahan baku, yang akan difasilitasi pajak secara signifikan. Sehingga ketergantungan impor akan berkurang," katanya.
Hidayat menjelaskan insentif pajak ini diharapkan akan mendorong para investor mau mengembangkan sektor hulu tekstil. Kini pemerintah tengah merumuskan skim insentif yang akan diberikan kepada sektor hulu tekstil ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan rencana pemberian insentif bagi industri hulu tekstil sangat relevan. Misalnya ia mencontohkan selama ini industri serat rayon banyak memakai bahan baku kapas yang 99,9% adalah diimpor.
"Sangat relevan sekali, industri bahan baku serat rayon yakni dissolving pulp pabrik ada tapi sangat kecil ada di Sumatera, selebihnya banyak impor," katanya.
Ia menyambut baik jika pemerintah akan memberikan stimulus pada sektor ini. Indonesia memiliki produksi kapas sangat rendah, produk dissolving pulp akan menjadi pengganti kapas, karena 20 tahun ke depan komoditi kapas sulit untuk diandalkan lagi karena keterbatasan suplai.
"Selain industri hulu, produk perantara tekstil juga masih banyak yang diimpor. Bahkan industri kain banyak yang dibuat di Indonesia saja impornya signifikan daya saing kurang, seperti kain mentah, belum diolah di dalam negeri," jelas Ade.
(hen/dnl)











































