"Inalum itu kita sudah secara pemerintah akan ambil Inalum untuk kembali dan Inalum itu kalau kita tidak jaga kembali ke Indonesia itu bisa nantinya menjadi satu kehilangan bagi Indonesia," kata Agus Martowardojo saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (27/4/2011).
Menurut Agus Marto, jika Inalum dilepas begitu saja maka negara akan dirugikan hingga US$ 1,2 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus Marto menyatakan pemerintah akan mengambil alih perusahaan itu melalui PIP. "Kalau pemerintah akan masuk lewat PIP," ujarnya.
Setelah perusahaan tersebut kembali ke tangan Indonesia, lanjut Agus Marto, pemerintah akan menjual kembali melalui proses tender.
"Nanti akan kita tenderkan lagi untuk mengundang siapa yang berminat, tapi kita penting untuk menjaga kontrak-kontrak yang jatuh tempo untuk kembali ke Indonesia," pungkasnya.
Presiden SBY telah mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) No 27 Tahun 2010 mengenai tim perundingan proyek Inalum. Tim perunding Inalum telah ditetapkan pada tanggal 1 Desember 2010 yang diketuai oleh Menteri Perindustrian. Proses negosiasi awal antara Indonesia dengan Jepang sudah dijajaki sejak Januari 2011 lalu.
Inalum merupakan sebuah perusahaan patungan antara Indonesia dengan Jepang, yang bergerak dalam industri aluminium dengan kapasitas produksi sekitar 230.000-240.000 ton per tahun.
Pemerintah Indonesia menguasai kepemilikan sebesar 41,13% saham di perusahaan itu, sementara sisanya sebesar 58,87% dikuasai Jepang.
Inalum merupakan satu-satunya perusahaan lokal yang bergerak di sektor produksi aluminium. Selama ini, hasil produksi Inalum sebagian besar dikirim ke Jepang, dan Indonesia sendiri harus mengimpor alumunium dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Dari negosiasi dengan Jepang akan menentukan apakah PT Inalum setelah 2013 akan dikuasai oleh Indonesia seluruhnya atau porsi saham Jepang akan tetap ada di Inalum atau kerjasama akan terus dilanjutkan.
(ang/ang)











































