Hal ini disampaikannya seusai menghadiri jamuan makan siang antara Wakil Presiden RI dan Perdana Menteri China di Grand Hotel Sahid, Jakarta (30/4/2011).
"Ya dianjurkan invest di sini untuk industri manufakturnya. Dan nanti produknya diekspor lagi ke China tidak apa-apa," tukasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mau membangun industri processing, jadi kan kita ingin meningkatkan volume perdagangan, itu perdagangannya jangan hanya ekspor bahan mentah. Tapi juga memproduksi nilai tambah, jadi nanti diproses dulu di sini baru diekspor," jelas MS Hidayat.
Terhadap China, MS Hidayat menganjurkan investasi ke situ (industri manufaktur) mengingat investasi China selama ini kecil sekali jika dibandingkan dari volume perdagangan yang dihasilkan dari kedua negara.
"Perindustrian meminta seperti itu (investasi ke industri manufaktur), karena investasi dia (China) kecil sekali selama ini, yang besar di perdagangan. Perdagangannya mencapai US$ 34 miliar, namun investasi cuma mencapai US$ 170 juta," tuturnya.
(nrs/ang)











































