"Ada investasi dari RRT (China) bekerjasama UKM di sini, untuk investasi garam di NTT," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di acara simposium Penguatan Usaha Kecil Menengah ASEAN di gedung Smesco, Jl. Gatot Soebroto, Senin (2/5/2011).
Sayangnya Mari tak merinci lebih lanjut soal komitmen investasi di bidang industri garam tersebut. Mari menegaskan dari kunjungan PM China pekan lalu, telah menghasilkan komitmen pembiayaan dan investasi dengan total US$ 10 miliar di bidang infrastruktur dan manufaktur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus mengenai pengembangan usaha dan industri kecil menengah (UKM), pihak China berkomitmen memfasilitasi akses pasar UKM Indonesia ke pasar China. Ia optimistis hal ini bisa direalisasikan dalam tahun ini juga.
Mari menambahkan komitmen China di Indonesia dalam bidang infrastruktur, mesin industri, industri semen, pengembangan rumah, kerjasama industri tekstil dan financing telah disepakati melalui MoU. Setidaknya ada 15 kesepakatan MoU yang tertuang dalam komitmen bisnis antar bisnis (b to b) dan pemerintah antar bisnis (b to g).
"Financing dari Bank China US$ 8 miliar membiayai RRT ke sini bidang industri dan infrastruktur. Jadi total b to b dan b to g, sekiar US$ 10 miliar," katanya.
(hen/dnl)











































