China Tertarik Investasi Industri Garam di NTT

China Tertarik Investasi Industri Garam di NTT

- detikFinance
Senin, 02 Mei 2011 13:48 WIB
China Tertarik Investasi Industri Garam di NTT
Jakarta - Kedatangan PM China Wen Jiabao ke Indonesia menghasilkan 'segudang' komitmen investasi di Indonesia. Salah satunya menggarap investasi dibidang industri garam di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Ada investasi dari RRT (China) bekerjasama UKM di sini, untuk investasi garam di NTT," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di acara simposium Penguatan Usaha Kecil Menengah ASEAN di gedung Smesco, Jl. Gatot Soebroto, Senin (2/5/2011).

Sayangnya Mari tak merinci lebih lanjut soal komitmen investasi di bidang industri garam tersebut. Mari menegaskan dari kunjungan PM China pekan lalu, telah menghasilkan komitmen pembiayaan dan investasi dengan total US$ 10 miliar di bidang infrastruktur dan manufaktur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita meningkatkan kerjasama memfaslitasi untuk promosi dan investasi, mereka juga tertarik untuk investasi infrastruktur," katanya.

Khusus mengenai pengembangan usaha dan industri kecil menengah (UKM), pihak China berkomitmen memfasilitasi  akses pasar UKM Indonesia ke pasar China. Ia optimistis hal ini bisa direalisasikan dalam tahun ini juga.

Mari menambahkan komitmen China di Indonesia dalam bidang infrastruktur, mesin industri, industri semen, pengembangan rumah, kerjasama industri tekstil dan financing telah disepakati melalui MoU. Setidaknya ada 15 kesepakatan MoU yang tertuang dalam komitmen bisnis antar bisnis (b to b) dan pemerintah antar bisnis (b to g).

"Financing dari Bank China US$ 8 miliar membiayai RRT ke sini bidang industri dan infrastruktur. Jadi total b to b  dan b to g, sekiar US$ 10 miliar," katanya.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads