MS Hidayat Tepis Adanya Deindustrialisasi

MS Hidayat Tepis Adanya Deindustrialisasi

- detikFinance
Rabu, 04 Mei 2011 14:15 WIB
MS Hidayat Tepis Adanya Deindustrialisasi
Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat menegaskan berkali-kali bahwa ancaman deindustrialisasi di Indonesia tidak terbukti. Hal ini dibuktikan adanya lonjakan pertumbuhan industri pada triwulan I-2011 yang tumbuh 5,15%.

Demikian disampaikan Hidayat, di sela-sela forum Overseas Private Investment Corporation (OPIC) tema 'Access to Opportunity in Southeast Asia' di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (4/5/2011).

"Kuartal ini industri rate kita tumbuh 5,15%, bandingkan tahun lalu 4,2%. Ini sekaligus ingin membatah industri ini tendensi," terangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, hampir seluruh sektor  industri bertumbuh. Dimana sektor otomotif menjadi penopang tertinggi, dengan persentase 13%, juga elektronik dan permesinan.

"Yang minus hanya industri kayu. Yang lainnya positif," papar Hidayat.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menyatakan ekonomi Indonesia bergerak ke arah deindustrialisasi karena tidak tumbuhnya pembangunan infrastruktur.
Gubernur BI Darmin Nasution menuturkan industri berbasis sumber daya alam saat ini makin dominan. Sebaliknya industri yang benar-benar manufaktur itu lebih mengecil hal ini merupakan salah satu deindustrialisasi.

Pada saat krisis utang yang harus ditanggung RI semakin banyak dimana rasio utang terhadap GDP mencapai 80%.
Indonesia berusaha untuk menurunkan rasio itu dengan menggunakan defisit APBN dimana saat itu defisit mencapai 8% dan sekarang bisa ditekan di bawah 2%. Pembangunan infrastruktur juga terbengkalai dan tidak memadai, ini menjadi indikasi adanya deindustrialisasi.
(wep/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads