Demikian disampaikan Hidayat, di sela-sela forum Overseas Private Investment Corporation (OPIC) tema 'Access to Opportunity in Southeast Asia' di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (4/5/2011).
"Kuartal ini industri rate kita tumbuh 5,15%, bandingkan tahun lalu 4,2%. Ini sekaligus ingin membatah industri ini tendensi," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang minus hanya industri kayu. Yang lainnya positif," papar Hidayat.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menyatakan ekonomi Indonesia bergerak ke arah deindustrialisasi karena tidak tumbuhnya pembangunan infrastruktur.
Gubernur BI Darmin Nasution menuturkan industri berbasis sumber daya alam saat ini makin dominan. Sebaliknya industri yang benar-benar manufaktur itu lebih mengecil hal ini merupakan salah satu deindustrialisasi.
Pada saat krisis utang yang harus ditanggung RI semakin banyak dimana rasio utang terhadap GDP mencapai 80%.
Indonesia berusaha untuk menurunkan rasio itu dengan menggunakan defisit APBN dimana saat itu defisit mencapai 8% dan sekarang bisa ditekan di bawah 2%. Pembangunan infrastruktur juga terbengkalai dan tidak memadai, ini menjadi indikasi adanya deindustrialisasi.
(wep/hen)











































