"Jadi ada semacam komisi mau dibentuk untuk membuat standar itu bisa dicapai dan dikompromikan kedua belah pihak. Jadi akan ada adjusment juga yang dilakukan," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat.
Hal itu dikatakan dia usai pembukaan ASEAN-UE Business Summit di area KTT ASEAN, Gedung Jakarta Convention Center (JCC), Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (5/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadinya mereka membuat high standard termasuk riwayat dari penanam dia minta. Terus nggak mau tanaman sawit kita di atas lahan gambut. Padahal nggak ada kita lakukan itu. Mungkin dulu pernah beberapa hektar, tapi itu jangan digeneralisir," imbuhnya.
Hidayat menambahkan, melalui komisi tersebut, ia mengharapkan Uni Eropa (UE) membuka seluas-luasnya pasar mereka untuk Indonesia.
Sebaliknya, UE saat ini sangat menaruh minat untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya yang berhubungan dengan energi terbarukan. Mereka sedang menjajaki prinsip-prinsip serta kepastian hukum dalam berinvestasi di tanah air.
"Mereka sendiri baru mengidentifikasi sekarang ini. Mereka ingin bicara soal prinsipnya dulu, soal kepastian hukum. Terus terutama policy tentang environment," tutup politikus asal Partai Golkar ini.
(irw/qom)











































