Produksi Mobil Astra Turun 15%

Produksi Mobil Astra Turun 15%

- detikFinance
Jumat, 06 Mei 2011 12:38 WIB
Produksi Mobil Astra Turun 15%
Jakarta - Produksi mobil PT Astra International Tbk (Astra) pada periode April-Juni 2011 akan mengalami penurunan hingga 15%. Musibah gempa dan tsunami di Jepang mempengaruhi impor suku cadang mobil keluaran Astra.

"Produksi kami turun 15% dalam dari April hingga Juni untuk produksi roda empat. Karena suku cadang masih ada yang impor dari Jepang. Kebetulan divisi lain sangat menyokong banyak seperti agribisnis dan alat berat beserta roda dua," ujar Direktur Utama PT Astra International Indonesia Tbk Prijono Sugiarto, seusai RUPST PT Astra International Indonesia Tbk di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat (6/5/2011).

Direktur PT Astra International Indonesia Tbk Johannes Loman menambahkan, meski ada penurunan produksi roda empat sebesar 15% hingga Juni 2011 diharapkan pendapatan masih akan tetap baik. "Pendapatan bersih mudah-mudahan masih akan bagus pertumbuhannya," kata Loman yang baru diangkat menjadi direktur Astra ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penjualan mobil nasional sepanjang kuartal I-2011 mencapai 225.000 unit naik 30% pada periode yang sama tahun 2010 lalu. Porsi penjualan mobil Grup Astra (Toyota, Daihatsu, Peugeot dan UD Trucks) meningkat 27% menjadi 125.000 unit. Sementara itu penjualan motor di kuartal I-2011 naik 20% menjadi sekitar 2 juta unit.

Direktur ASII Johnny Darmawan mengatakan kenaikan minyak dunia yang berimbas pada kenaikan Pertamax belum akan mempengaruhi harga jual. "Astra belum terpikir untuk menaikkan harga jual. Hal ini masih dikaji lebih jauh," jelasnya.

Prijono menambahkan untuk produksi roda dua tidak terlalu berdampak pada musibah di Jepang. Diharapkan roda dua dapat memberikan kontribusi besar ke perseroan. Sementara itu, Loman menuturkan, perseroan menargetkan kapasitas produksi roda dua Astra naik pada tahun ini yang sebelumnya 3,5 juta unit.

"Pada kuartal kita akan menambah 500.000 unit sehingga kapasitas menjadi 4 juta unit," jelasnya.

(dru/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads