Industri di Luar Jawa Masih Terkendala Infrastruktur

Industri di Luar Jawa Masih Terkendala Infrastruktur

- detikFinance
Jumat, 06 Mei 2011 14:35 WIB
Industri di Luar Jawa Masih Terkendala Infrastruktur
Jakarta - Kendala Infrastruktur dan sumber daya manusia masih menjadi permasalahan minimnya pembangunan perekonomian di luar Jawa. Misalnya investasi di sektor industri masih belum banyak mengalir ke wilayah ini.

"Hambatannya konvensional masalah infrastruktur dan SDM (sumber daya manusia," kata Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Dedi Mulyadi dalam jumpa pers di kantor kementrian Perindustrian Jumat (6/5/2011).

Menurut Dedi, minimnya infrastruktur yang ada di luar Pulau Jawa menjadi penghambat berkembagnya perekonomian di daerah tersebut. Dedi memberikan contoh penemuan biji Silikon yag terdapat di Sumatra Barat akhirnya terbengkalai tak dimanfaatkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jepang yang ingin mengembangkan biji Silikon di Sumatera Barat dengan teknologi yang membutuhkan listrik 10 megawatt. Ini tidak ada di Sumatera Barat, akhirnya terhambat," jelasnya.

Dedi mengharapkan jika ada investor yang membangun industri di luar Pulau Jawa, maka investor yang datang seharusnya memberikan pelatihan kepada masyarakat sekitar untuk ikut membangun daerahnya.

"Industri semata-mata bukan bangun pabrik, tapi mengajak investor untuk memberikan pendidikan biar masyrakat berpartisipasi," tuturnya.

Berdasarkan data kementerian perindustrian, Pulau Jawa memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 57,9%, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23,5%, Pulau Kalimantan 9,2 %, Pulau Sulawesi 4,6%, Bali dan Nusa Tenggara 2,5% dan sisanya (Maluku dan Papua) sebesar 2,3 %.

Di Pulau Jawa, provinsi yang memberikan sumbangan terbesar adalah DKI Jakarta 16,4%, Jawa Timur 14,7%, Jawa Barat 14,3% dan Jawa Tengah 8,5%

Untuk di Pulau Sumatera, tiga provinsi penyumbang terbesar adalah Riau 6,6%, Sumatera Utara 5,4%, dan Sumatera Selatan 3,0%. Provinsi penyumbang terbesar di Pulau Kalimantan adalah Kalimantan Timur sebesar 6,2%, sedangkan provinsi penyumbang terbesar di Pulau Sulawesi adalah Sulawesi Selatan sebesar 2,3%.

(ade/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads