Direktur Industri Aneka Ditjen Basis Manufaktur Kementerian Perindustrian Budi Irmawan mengatakan saat ini plafon anggaran yang disiapkan untuk program itu sudah terlampaui dari jumlah peminat yang mendaftar. Pihaknya berencana akan mempercepat proses penutupan pendaftaran program ini, yang sejatinya akan berakhir pada akhir Juni 2011.
"Sekarang ini sudah lewat dari plafon, yaitu Rp 173 miliar. Meskipun menurut pengalaman kami dari sekian yang mendaftar akan ada penyusutan. Kita dalam posisi tak mau menahan minat industri mengikuti program ini," jelasnya kepada detikFinance, Kamis malam (12/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita memang sedang kelabakan dana, masih terbatas," katanya.
Budi menambahkan selama ini memang jumlah serapan atau realisasi anggaran program ini tak berbanding lurus dengan jumlah peminat yang masuk. Namun kata dia, pemerintah tetap mengupayakan agar para industri mendapatkan kesempatan dalam program ini.
Menurutnya dari pengalaman tahun lalu realisasi program untuk mesin TPT hanya tercapai Rp 144 miliar sementara realisasi untuk program mesin sepatu dan penyamakan Rp 17 miliar. Meskipun pada saat permintaan dari industri mencapai lebih dari angka tersebut.
Menurutnya pemerintah tetap konsen dengan program ini, karena berdasarkan evaluasi, program subsidi pembelian mesin (10% dari harga beli) ini berhasil meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri TPT. Pada tahun 2014 ditargetkan ekspor TPT bisa menembus US$ 14 miliar dari saat ini kurang lebih US$ 10-11 miliar. Sementara pada waktu yang sama ditargetkan penguasaan pangsa pasar TPT Indonesia bisa menembus 2,5%.
"Dari sisi investasi, melalui program ini tahun lalu saja ada investasi permesinan TPT hingga Rp 2,2 triliun," katanya.
(hen/qom)











































